Di dasar Laut China Selatan, para ilmuwan menemukan fenomena laut yang tidak biasa, sebuah lubang biru raksasa yang dinamai Dragon Hole yang di dalamnya oksigen perlahan menghilang seiring bertambahnya kedalaman.
Struktur bawah laut ini menarik perhatian peneliti karena menciptakan kondisi ekstrem yang sangat berbeda dari laut terbuka di sekitarnya. Dragon Hole, yang juga dikenal dengan nama Sansha Yongle Blue Hole, terletak di dekat Kepulauan Paracel dan memiliki kedalaman lebih dari 300 meter.
Dari permukaan, perairannya tampak normal. Namun penelitian menunjukkan bahwa di bawah kedalaman sekitar 90-100 meter, kadar oksigen turun drastis hingga hampir nol, menciptakan zona anoksik atau nyaris tanpa oksigen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ilmuwan menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena air di dalam lubang hampir tidak bercampur dengan laut di sekitarnya. Bentuk lubang yang curam dan sempit membuat sirkulasi air sangat terbatas, sehingga oksigen dari permukaan tidak dapat turun ke bagian terdalam.
Dikutip dari Times of India, menurut Dr. Li Jianjun, peneliti dari First Institute of Oceanography, Kementerian Sumber Daya Alam China, Dragon Hole berfungsi seperti kapsul waktu laut.
"Lapisan air di Dragon Hole sangat terisolasi, sehingga menyimpan kondisi kimia yang hampir tidak berubah selama waktu yang sangat lama," ujar Li Jianjun, menjelaskan mengapa lokasi ini sangat berharga untuk riset kelautan dan iklim masa lalu.
Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa meskipun hampir tidak ada oksigen, kehidupan mikroba tetap bertahan di lingkungan ekstrem ini. Mikroorganisme tersebut tidak bergantung pada oksigen, melainkan menggunakan proses kimia lain untuk bertahan hidup, menjadikan Dragon Hole sebagai laboratorium alami untuk mempelajari batas kehidupan di Bumi.
Ahli kelautan menilai bahwa lubang biru seperti Dragon Hole dapat membantu ilmuwan memahami bagaimana lautan merespons perubahan iklim, terutama terkait fenomena penurunan oksigen laut yang kini juga diamati di beberapa wilayah samudra dunia.
Seorang peneliti kelautan yang terlibat dalam eksplorasi tersebut menjelaskan bahwa kondisi ekstrem di Dragon Hole bisa menjadi gambaran masa depan laut jika pemanasan global terus berlanjut. Lingkungan laut yang kehilangan oksigen berpotensi berdampak besar pada ekosistem dan rantai makanan laut secara global.
Fenomena Dragon Hole menunjukkan bahwa laut tidak selalu homogen. Di balik permukaan yang tampak tenang, terdapat wilayah-wilayah ekstrem yang menyimpan informasi penting tentang sejarah Bumi, perubahan iklim, dan kemampuan kehidupan untuk bertahan di kondisi paling keras.
(rns/rns)