Awas! 47% Kasus Phishing Incar Uang dan Rekening Bank Anda

Awas! 47% Kasus Phishing Incar Uang dan Rekening Bank Anda

ADVERTISEMENT

Awas! 47% Kasus Phishing Incar Uang dan Rekening Bank Anda

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 14 Jun 2022 17:14 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Waspada! 47% Upaya Phishing di Indonesia Incar Sektor Keuangan (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen)
Jakarta -

Phishing masih menjadi metode pilihan penjahat siber untuk membobol keamanan pengguna internet di Indonesia. Bahkan menurut data Kaspersky, hampir setengah dari upaya phishing di Indonesia berhubungan dengan sektor keuangan.

Phishing sendiri merupakan upaya penjahat siber untuk mendapatkan kredensial dan informasi pribadi target, yang kemudian digunakan untuk membobol akun media sosial atau rekening bank korban. Biasanya mereka melibatkan emosi dan rekayasa sosial untuk memanipulasi korban yang tidak berhati-hati.

Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia Dony Koesmandarin mengatakan phishing kini menjadi metode serangan yang populer di lanskap keamanan siber Indonesia karena langsung menghasilkan uang bagi penjahat siber.

"Kalau zaman dulu kita bicaranya hacking pengin terkenal namanya. Kalau zaman sekarang pengin yang ada duitnya. Nggak ada duitnya percuma," kata Dony dalam media briefing Kaspersky di Jakarta, Selasa (14/6/2022).

Dony menjelaskan 47,08% dari upaya phishing terhadap sektor keuangan terjadi selama periode Februari sampai April 2022. Sebagian besar dari upaya phishing (34,85%) menargetkan sistem pembayaran di Indonesia dengan upaya paling banyak terjadi pada Februari 2022.

Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia Dony KoesmandarinTerritory Channel Manager Kaspersky Indonesia Dony Koesmandarin Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

Selanjutnya toko online (15,66%) yang menghadapi upaya phishing paling banyak pada April 2022. Terakhir ada entitas perbankan (4,38%) yang paling banyak menghadapi upaya phishing pada Februari 2022.

"Karena pembayaran ini melalui kartu kredit kan sudah lumrah dan wajar dilakukan hanya kita harus sangat berhati-hati," ujar Dony.

Dony juga mengungkap temuan Kaspersky tentang lanskap phishing di Indonesia sepanjang tahun 2021. Tahun lalu, Kaspersky mendeteksi lebih dari 2 juta upaya phishing yang berhasil diblokir.

Parahnya, 7,70% dari upaya yang dideteksi itu, pengguna yang jadi target sudah terlanjur mengklik tautan phishing yang disebarkan oleh penjahat siber. Selain itu, 0,51% dari spam yang menyebar di dunia berasal dari Indonesia.

"Kecil sih tapi ya cukup mengkhawatirkan," pungkas Dony.



Simak Video "Pemerintah Bentuk Timsus Urus Bjorka, Ruby Alamsyah: Seperti Gajah Lawan Semut"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT