Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Rontokbro Masih Merajalela, Small.KL Perlu Diwaspadai

Rontokbro Masih Merajalela, Small.KL Perlu Diwaspadai


- detikInet

Jakarta - Berdasarkan pantauan perusahaan anti virus PT Vaksincom, virus Rontokbro ternyata masih merajalela dalam dua bulan terakhir. Sementara virus Small.KL perlu diwaspadai menjelang 3 Juni.PT Vaksincom mengungkap, selama April sampai Mei 2006, virus Rontokbro masih mendominasi penyebaran virus lokal di Indonesia. Tercatat ada 3.507 insiden virus Rontokbro di tanah air.Rontokbro saat ini sudah menelurkan varian teranyarnya W32/Rontokbro.GO. Ciri khas Rontokbro.GO adalah kemampuannya menyebar sangat tinggi melalui jaringan lokal. "Dan nama file yang dipakainya adalah nama-nama Presiden Indonesia lengkap. Dari Sukarno, Suharto sampai SBY," ujar spesialis antivirus PT Vaksincom, Alfons Tanujaya, seperti dilansir dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Senin (22/5/2006). Sementara itu, Small.KL tercatat sebagai virus yang marak beredar di luar negeri. Menjelang awal bulan, virus ini perlu diwaspadai, karena selalu beraksi pada tanggal 3 setiap bulannya. Small.KL juga tercatat masih aktif menginfeksi. Vaksincom menemukan ada 1.833 insiden yang ditimbulkannya."Vaksincom masih tetap memperingatkan para pengguna komputer Indonesia, terutama yang terhubung ke jaringan untuk berhati-hati, karena pada tanggal 3 Juni nanti Small.KL akan menghancurkan file di komputer korbannya," kata Alfons."Salah satu yang diincar adalah file MS Office. Sebaiknya Anda secara teratur membackup data (secara baik dan benar) dan gunakan antivirus yang ter-update," imbuhnya Sejumlah virus baru juga terdeteksi melalui teknologi Sandbox dari Norman yang dipakai Vaksincom. Diantaranya ada W32/Hatipat (virus patah hati), W32/Oryps, W32/Lumnu (Unmul) dan varian Decoy.Vaksincom menilai perlu memberi perhatian lebih pada virus Decoy. Virus ini disebut sebagai virus Wonosobo, dan terdeteksi sejak Desember 2005. Virus ini dinilai memiliki kemampuan menginfeksi yang cukup tinggi, dengan insiden 1.414 atau sekitar 12,15 persen dari total insiden virus di Indonesia. Virus ini juga termasuk dalam 10 virus lokal yang banyak menyebar di tahun 2006. (nks) (ketepi/)




Hide Ads