3 Serangan Siber Rusia yang Bikin Ngeri Negara Barat

3 Serangan Siber Rusia yang Bikin Ngeri Negara Barat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 25 Mar 2022 06:15 WIB
Hacker Rusia Berhasil Membobol Jaringan Komunikasi Pemerintah Jerman
Ilustrasi hacker. Foto: DW (News)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, meminta perusahaan swasta dan organisasi di negaranya untuk waspada terhadap kemungkinan serangan siber oleh Rusia. Inggris pun memberi peringatan serupa.

Rusia sebelumnya selalu membantah jika dikaitkan dengan serangan siber di negara barat. Namun tak dapat dipungkiri bahwa mereka punya kekuatan siber hebat. Dikutip detikINET dari BBC, berikut 3 serangan siber Rusia yang ditakuti negara barat:

BlackEnergy

Ukraina dari dulu sering disebut tempat uji coba Rusia melancarkan serangan siber. Tahun 2015, pembangkit listrik Ukraina diserang dengan serangan yang dijuluki BlackEnergy, membuat 80 ribu warga terkena pemadaman.

Setahun kemudian, serangan berjuluk Industroyer membuat seperlima ibu kota Kyiv mati listrik sekitar sejam. Waktu itu, Amerika Serikat dan Uni Eropa menyebut dalang serangan itu adalah Rusia.

NotPetya

NotPetya disebut salah satu serangan siber paling merugikan dalam sejarah dan diyakini beberapa pihak berasal dari Rusia. Software perusak ini tersembunyi di software akuntansi di Ukraina, dan menyebar ke seluruh dunia.

Ia merusak sistem komputer ribuan perusahaan dengan kerugian total sekitar USD 10 miliar. Dan ternyata, ada pula perusahaan yang berbasis di Rusia ikut terkena serangan tersebut.

Colonial Pipeline

Pada Mei 2021, kondisi darurat diumumkan di beberapa negara bagian Amerika Serikat setelah serangan hacker membuat pipa minyak yang vital harus dimatikan. Hal itu melanda perusahaan Colonial Pipeline yang bertanggungjawab memasok mayoritas minyak di pantai timur AS.

Mereka mengaku harus membayar USD 4,4 juta sebagai tebusan untuk hacker yang menyerang, agar sistem bisa dipulihkan. Ada tudingan serangan siber ini dilancarkan oleh Rusia, di mana mereka mungkin mengumpulkan kelompok penjahat siber untuk meluncurkan serangan terkoordinasi.


Saksikan d'Mentor Terbaru: Sukses Jualan di Media Sosial

[Gambas:Video 20detik]



(fyk/afr)