<i>Runner-up</i>
Spammer Cina Hampir Kalahkan Amerika
- detikInet
Jakarta -
Menurut angka statistik yang didapat dari Sophos, sebuah perusahan keamanan menayatakan, kebanyakan e-mail 'sampah' yang beredar di internet berasal dari Amerika.Meskipun demikian, persentase yang dimiliki Amerika tidak berbeda jauh dengan Cina. Persentase spam yang berasal dari Amerika mencapai 23,1 persen, sedangkan di Cina mencapai 21,9 persen. Sebenarnya pada 2004 lalu, setengah dari kiriman spam berasal dari Amerika, tetapi kemudian jumlahnya semakin menurun. Penurunan ini disebabkan adanya upaya yang terus menerus, untuk menelusuri dan menghukum para spammer."Kami memang berhasil menindak tegas para spammer yang berasal dari Amerika, tetapi perlu diingat bahwa mereka bukan saja berasal dari Amerika, tetapi bisa berasal dari negara manapun diseluruh dunia," ujar Graham Cluley konsultan teknologi senior Sophos dikutip detikINET dari BBC News Senin (24/4/2006).Lebih dari 70 persen dari 13,2 miliar pesan sampah yang dikirimkan setiap harinya, digunakan untuk membajak komputer.Demikian daftar sepuluh urutan negara teratas, yang menyumbangkan spam di internet.1) Amerika Serikat - 23.1%2) Cina (termasuk Hong Kong) - 21.9%3) Korea Selatan - 9.8%4) Perancis - 4.3%5) Polandia - 3.8%6) Spanyol - 3.3%7) jerman - 3.0%8) Brazil - 2.9%9) Jepang - 2.0%10) Inggris - 1.9%
(rouzni/)