Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Arsenal Tumbang 1-2 dari City, Julukan Satpam Trophy Viral Lagi

Arsenal Tumbang 1-2 dari City, Julukan Satpam Trophy Viral Lagi


Adi Fida Rahman - detikInet

MANCHESTER, ENGLAND - APRIL 19: Kai Havertz of Arsenal and Matheus Nunes of Manchester City battle for possession of the ball during the Premier League match between Manchester City and Arsenal at Etihad Stadium on April 19, 2026 in Manchester, England. (Photo by David Price/Arsenal FC via Getty Images)
Arsenal Tumbang 1-2 dari City, Julukan Satpam Trophy Viral Lagi Foto: Arsenal FC via Getty Images/David Price
Jakarta -

Arsenal kembali terpeleset di momen krusial. Bertandang ke markas Manchester City di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026) malam WIB, The Gunners kalah 1-2 dalam lanjutan Premier League 2025/2026. Kekalahan ini membuat peluang juara Arsenal semakin terancam, sementara City makin dekat ke puncak klasemen.

Laga berjalan intens sejak awal. City membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Rayan Cherki pada menit ke-16 usai memanfaatkan assist Mateo Nunes. Arsenal tak butuh waktu lama untuk membalas. Kai Havertz mencetak gol penyeimbang dan membuat skor kembali imbang di babak pertama.

Namun di babak kedua, Erling Haaland tampil sebagai pembeda. Striker asal Norwegia itu mencetak gol pada menit ke-65 yang sekaligus memastikan kemenangan City 2-1 atas Arsenal. Gol tersebut membuat tuan rumah mengamankan tiga poin penting dalam perburuan gelar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengakui timnya gagal memaksimalkan peluang. Ia menyebut anak asuhnya kehilangan kesempatan besar untuk menjaga jarak di puncak klasemen. Di sisi lain, pelatih City Pep Guardiola menyambut kemenangan ini sebagai momentum penting menuju akhir musim.

Kekalahan ini langsung memicu reaksi luas di media sosial.Sampai-sampai tagar Arsenal menjadi trending topic di X.com pada Senin pagi (20/4/2026).

Warganet ramai-ramai kembali mengangkat istilah "satpam trophy" yang kerap disematkan kepada Arsenal. Julukan tersebut merujuk pada anggapan bahwa Arsenal hanya "menjaga" peluang juara sebelum akhirnya direbut tim lain.

Kumpulan Reaksi Warganet

Sejumlah komentar pun bermunculan. Ada yang menilai Arsenal belum memiliki mental juara, terutama saat menghadapi laga besar.

Tak sedikit pula yang menyoroti pola yang dianggap berulang: tampil impresif sepanjang musim, namun terpeleset di pertandingan krusial.

Narasi ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, Arsenal juga sempat mendapat kritik serupa usai kalah di partai penting, termasuk di final kompetisi domestik. Kekalahan dari City kali ini semakin memperkuat persepsi tersebut di kalangan penggemar sepak bola.

MANCHESTER, ENGLAND - APRIL 19: A detailed view of a water bottle featuring the Arsenal logo prior to the Premier League match between Manchester City and Arsenal at Etihad Stadium on April 19, 2026 in Manchester, England. (Photo by Carl Recine/Getty Images) Foto: Carl Recine/Getty Images

Berikut rangkuman reaksi warganet:

"fix arsenal ini jadi satpam trophy abadi wkwkw mentalnya masih mental tempe gabisa diajak tittle race," ujar @unitedheartsfc.

"ya beginilah serunya epl, tim papan bawah menang sama papan atas, papan atas belum tentu menang sama papan bawah tapi kalau runner up udah pasti arsenal," kata @Novaladi31.

"Tim london satu ini emang gak niat juara. Sejak awal harusnya udah tau kalau sebanyak apa pun jarak poin dengan Mancity, ia tetap akan membuntutinya. Apalagi akhir musim kayak gini. Klub ndablek," tutur @daruzarmedian.

"Fans Arsenal tambah degΒ²an di EPL dikejar city, di ucl ketemu ATM bingung dah fokus mau juara yg mana, fokus duaΒ²nya takutnya GK juara semua," kata @hellotothewor12.

Dari sisi klasemen, Arsenal memang masih berada di posisi teratas. Namun jarak dengan Manchester City kini hanya tiga poin.

Situasi semakin genting karena City masih memiliki satu pertandingan cadangan yang bisa mengubah peta persaingan secara drastis. Liverpool juga masih mengintai di belakang dan siap memanfaatkan celah.

Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, tekanan kini sepenuhnya berada di pundak Arsenal. Mereka dituntut tampil konsisten dan tidak lagi kehilangan poin jika ingin menjaga asa juara tetap hidup.

Sementara itu, kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Manchester City. Tim asuhan Guardiola kembali menunjukkan mental juara mereka dalam laga-laga penentuan.

Apakah Arsenal mampu bangkit dan membungkam kritik "satpam trophy"? Atau justru narasi itu kembali terbukti di akhir musim?

Perebutan gelar Premier League musim ini dipastikan bakal berlangsung panas hingga pekan terakhir. Jagoan kamu siapa detikers?




(afr/afr)






Hide Ads