Duh! Serangan Trojan Mobile Banking Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Duh! Serangan Trojan Mobile Banking Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 06 Sep 2021 09:15 WIB
social media, closeup of hands holding smartphone in cafe, banking online, businessman with mobile internet
Ancaman trojan mobile banking Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Foto: Getty Images/iStockphoto/anyaberkut
Jakarta -

Perusahaan keamanan Kaspersky merilis laporan ancaman seluler untuk kuartal II tahun 2021 (Q2 2021) di Asia Tenggara. Mencengangkannya, Indonesia berada di posisi teratas di Asia Tenggara dalam jumlah serangan trojan mobile banking.

Trojan mobile bankingdigunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk mencuri dana langsung dari rekening bank seluler (mobile banking). Program berbahaya ini biasanya terlihat seperti aplikasi keuangan yang resmi, tetapi ketika korban memasukkan kredensial untuk melakukan akses menuju rekening bank mereka, penyerang kemudian mendapatkan akses ke informasi pribadi itu.

Kaspersky memantau peningkatan 60% dalam jumlah serangan trojan mobile banking berbahaya yang terdeteksi dan diblokir di wilayah ASEAN. Secara keseluruhan, sejak awal tahun 2021, produk Kaspersky telah menggagalkan sebanyak 708 insiden di enam negara di Asia Tenggara. Ini merupakan 50% dari total jumlah trojan mobile banking yang diblokir pada tahun 2020 sebanyak 1.408.

Indonesia dan Vietnam mencatat jumlah insiden terbanyak selama semester pertama tahun ini. Namun, secara global, kedua negara tersebut tidak termasuk dalam 10 besar negara yang terkena dampak ancaman ini.

Vietnam berada di peringkat ke-27 sedangkan Indonesia di urutan ke-31 pada Juni tahun ini. Lima negara dengan jumlah deteksi Trojan mobile banking terbanyak pada Q2 2021 adalah Rusia, Jepang, Turki, Jerman, dan Prancis.

Sementara jumlah serangan Trojan mobile banking di Asia Tenggara terpantau masih rendah, namun dari periode April hingga Juni tahun ini, Kaspersky mendeteksi lebih banyak dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu 367 versus 230 deteksi. Ini menujukan pandemi yang berkelanjutan terus memaksa pengguna untuk mulai menggunakan sistem pembayaran seluler, dan cashless menjadi lebih umum.

"Kita hampir berada di tahun kedua pandemi yang dengan cepat merubah adopsi pembayaran seluler terutama di wilayah Asia Tenggara yang kini menjadi lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Sejak awal krisis kesehatan ini, survei kami menunjukkan bahwa mayoritas pengguna internet di wilayah ini telah mengalihkan aktivitas keuangan mereka secara online, seperti berbelanja (64%) dan perbankan (47%)," Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara.

Kaspesky Trojan Mobile BankingAncaman Trojan Mobile Banking di Asia Tenggara. Foto: Kaspersky

Tips Aman dari Trojan Mobile Banking

Kaspersky membagikan tips untuk meningkatkan keamanan finansial kamua secara online. Sehingga dapat terhindar dari ancaman trojan mobile banking.

1. Miliki kartu kredit sementara

Para pelaku kejahatan siber telah mengembangkan teknik dan malware yang sangat canggih sehingga terkadang dapat menggagalkan upaya terbaik kamu untuk berbelanja online secara aman. Untuk menerapkan upaya lainnya, kamu dapat menggunakan kartu kredit sementara untuk melakukan pembelian online, sebagai pengganti kartu kredit utama.

Tanyakan kepada perusahaan kartu kredit kamu apakah memungkinkan untuk mendapatkan nomor kartu kredit sementara. Namun, jika memungkinkan hindari penggunaan jenis kartu kredit ini untuk pembelian apa pun yang memerlukan pembaruan otomatis atau pembayaran rutin.

Jika kartu kredit sementara tidak memungkinkan, alternatifnya adalah menggunakan kartu kredit dengan limit kredit rendah.

2. Mendedikasikan komputer untuk perbankan dan belanja online

Jika kamu memiliki lebih dari satu komputer, mungkin itu dapat dimanfaatkan untuk melakukan transaksi perbankan dan belanja online. Dengan menghindari penggunaan komputer untuk penjelajahan Internet lainnya, mengunduh file, memeriksa email, jejaring sosial, dan aktivitas online lainnya, kamu secara efektif membuat komputer bersih dan bebas dari virus komputer maupun infeksi lainnya.

Untuk keamanan tambahan dalam berbelanja online yang aman, instal Google Chrome, dengan HTTPS. Ini memastikan kamu untuk hanya mengunjungi situs web yang aman.

3. Gunakan alamat email khusus

Buat alamat email yang hanya akan kamu gunakan untuk melakukan transaksi belanja online. Ini akan sangat membatasi jumlah pesan spam yang Anda terima dan secara signifikan mengurangi risiko terpapar email berbahaya yang disamarkan sebagai promosi penjualan atau notifikasi lainnya.

4. Kelola dan lindungi kata sandi online

Menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun online adalah salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan untuk berbelanja online yang aman. Mungkin sulit untuk mengingat begitu banyak kata sandi yang berbeda, terutama jika kata sandi itu terdiri dari banyak huruf, angka, dan karakter khusus.

Tetapi kamu dapat menggunakan pengelola kata sandi untuk membantu menyimpan kata sandi yang kuat untuk banyak akun.

5. Gunakan VPN

Jika kamu benar-benar harus berbelanja online saat menggunakan Wi-Fi publik, instal terlebih dahulu solusi VPN (jaringan pribadi virtual). VPN akan mengenkripsi semua data yang ditransfer antara komputer atau perangkat seluler dan server VPN dapat mencegah peretas membajak dan melihat data sensitif apa pun yang kamu masukkan.



Simak Video "Aplikasi Serba Bisa yang Terbaru dari BNI"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)