Dua Syarat Pamer Saldo di Medsos Menurut Pakar Keamanan

Dua Syarat Pamer Saldo di Medsos Menurut Pakar Keamanan

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 13 Agu 2021 18:44 WIB
Mulai 1 Juni 2021, transaksi di ATM Link/Bank Himbara tak gratis lagi. Nantinya, transaksi di ATM Link akan dikenakan biaya mulai Rp 2.500 hingga Rp 5.000.
Ilustrasi pamer saldo (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Mau pamer saldo ATM di medsos? Perhatikan dua syarat dari pengamat keamanan siber demi keamanan. Beberapa waktu terakhir, tren 'Ganteng, Review Saldonya Dong' sangat viral. Banyak mengikutinya dan membagikan di berbagai media sosial dan platform pembuat video singkat salah satunya di TikTok.

Kepada detikINET, pengamat keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya menyebut sebenarnya cenderung aman membagikan struk secara langsung.

Informasi rekening dan nama pemilik rekening seharusnya sudah disamarkan oleh bank. Misal nomor rekening 1234567890 jadi 12345***. Nama Kartikawati disamarkan jadi Kart***. Jadi minim sekali informasi yang didapatkan dari sebuah struk resi di ATM.

"Jadi secara langsung data tidak bisa dieksploitasi, tapi secara tidak langsung tetap mengundang bahaya Kecuali... saldonya cuma Rp. 100.000. Yang ada orang kasihan sama kita daripada ngiri," kelakarnya.

Nah, ada 'syaratnya' nih untuk membuat konten pamer saldo hingga miliaran atau triliunan rupiah menurut Alfons. Yang pertama sudah pasti rajin bayar pajak.

"Kalau soal pajak memang harus bayar kan. Jadi harusnya kalau berani pamer artinya memang bayar pajak," ujarnya.

Kedua adalah siap menerima risiko atau dampak tidak langsung dan jangka panjang yang perlu diwaspadai.

"Jika memang diketahui memiliki dana sangat banyak dan identitas atau akunnya berhasil di identifikasi maka pemilik akun dan anggota keluarganya rentan menjadi sasaran kejahatan," tandas Alfons.

Syaratnya bisa disimpulkan adalah sudah rajin bayar pajak dan mewaspadai risiko atau dampak tidak langsung dari apa yang sudah dilakukan dengan pamer saldo. Tapi kembali lagi, semua terserah yang punya uang.



Simak Video "BSSN Deteksi 495 Juta Serangan Siber di Indonesia Pada 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)