Browser Buatan Perusahaan Jack Ma Ketahuan Raup Data Pengguna

Browser Buatan Perusahaan Jack Ma Ketahuan Raup Data Pengguna

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 03 Jun 2021 07:45 WIB
UC Browser
Browser Buatan Perusahaan Jack Ma Ketahuan Kumpulkan Data Pengguna Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

UC Browser, browser populer untuk Android dan iOS ketahuan melacak kebiasaan pengguna dan mengirimkan data pengguna ke server milik perusahaan. Seperti diketahui, UC Browser adalah browser buatan UCWeb yang merupakan anak perusahaan Alibaba.

Peneliti keamanan Gabi Cirlig menemukan bahwa aplikasi UC Browser di Android dan iOS selalu mencatat semua situs yang dikunjungi pengguna dan dikirimkan ke server milik UCWeb. Parahnya, data-data ini tetap dikumpulkan meski pengguna menggunakan mode incognito yang seharusnya bisa menjaga privasi pengguna dengan lebih aman.

Selain itu, UC Browser juga ketahuan mengumpulkan alamat IP pengguna. Setiap pengguna juga diberikan nomor ID yang digunakan untuk melacak aktivitas mereka saat online. Tidak diketahui Alibaba atau UCWeb menggunakan data-data ini untuk tujuan apa.

"Ini bisa dengan mudah mengidentifikasi pengguna dan menghubungkannya dengan persona asli mereka," kata Cirlig seperti dikutip dari Forbes, Rabu (2/6/2021).

Cirlig mengatakan ia tidak pernah menemukan perilaku seperti ini di browser lain. Ia mencontohkan Google Chrome tidak pernah merekam kebiasaan browsing pengguna saat sedang dalam mode incognito, mengumpulkan cookies atau informasi yang dimasukkan dalam formulir.

Selain itu, UC Browser versi iOS juga memiliki masalah lain. Sejak Apple mengenalkan kebijakan yang mengharuskan pengembang aplikasi untuk memperlihatkan label privasi, UC Browser belum memperbarui aplikasinya sehingga pengguna tidak tahu kalau data-datanya dikumpulkan.

Pada pekan lalu, UC Browser memperbarui aplikasinya dan mengungkap bahwa pengguna bisa dilacak lewat tanda pengenal unik dan riwayat pencarian, tapi tidak ada deskripsi tentang melacak pengguna lewat browsing.

Lalu tidak lama kemudian, UC Browser versi bahasa Inggris menghilang dari App Store tapi versi bahasa Chinanya masih tersedia. Tidak diketahui kenapa UC Browser versi bahasa Inggris mendadak hilang dari toko aplikasi Apple, padahal masih tersedia di Google Play Store.

Sepertinya hal ini ada kaitannya dengan Alibaba yang keberatan dengan kebijakan App Tracking Transparency yang diterapkan oleh Apple. Kebijakan privasi ini bisa membantu pengguna untuk memblokir aplikasi yang melacak kebiasaan online mereka untuk keperluan iklan.

Bisnis Alibaba sendiri sangat bergantung pada iklan yang memanfaatkan data pengguna. Dalam satu tahun, Alibaba meraup pendapatan sebesar USD 30 miliar dari iklan, atau 40% dari total pendapatan.

UC Browser sendiri merupakan salah satu aplikasi paling populer di dunia. Browser ini sudah diunduh lebih dari 500 juta kali di Android dan berdasarkan salah satu data analisis, merupakan browser terbesar keempat di dunia.

Bersama ratusan aplikasi China lainnya, UC Browser diblokir di India sejak tahun lalu. Sebelum diblokir, aplikasi ini merupakan salah satu browser paling populer di India.



Simak Video "Jack Ma yang Menghilang Lalu Muncul Lagi Sudah Direncanakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)