Peran Penting Keamanan Siber dalam Membangun UKM

Peran Penting Keamanan Siber dalam Membangun UKM

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 17 Feb 2021 16:53 WIB
Ilustrasi Hacker, Ilustrasi Hack
Foto: Photo by Kaur Kristjan on Unsplash
Jakarta -

Keamanan siber punya peran penting dalam membangun perekonomian Indonesia lewat Usaha Kecil Menengah (UKM). Apa hubungannya?

Menurut Kaspersky, UKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, yang kini mencoba bangkit dengan transformasi digital setelah terdampak dari pandemi. Namun pergeseran proses dan pembayaran ke dunia maya pun membuka peluang untuk terjadinya kejahatan siber.

"Di kawasan Asia Tenggara, sektor UKM menjadi penopang beban yang diakibatkan oleh pandemi. Lebih dari 8 dari 10 UKM dari wilayah tersebut menunjukkan penurunan pendapatan untuk tahun 2020 di awal Mei tahun lalu," ujar Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Asia Tenggara dalam diskusi online, Rabu (17/2/2021).

Nah, masalahnya menurut laporan terbaru dari Kaspersky Security Network (KSN), selama 2020 lalu ada 34,5 juta malware yang beredar di internet dan 'mampir' ke komputer partisipan KSN. Dari jumlah itu, 4,3 jutanya menyerang pengguna bisnis, naik 51% dibanding insiden selama 2019.

Dalam laporan tersebut, Kaspersky juga memilah jenis ancaman yang paling tinggi di Asia Tenggara selama 2020. Paling tinggi adalah malware yang menyebar lewat web selama aktivitas pencarian.

Lalu di bawahnya adalah malware yang menyusup dalam software yang diunduh dari internet. Kemudian malware yang tersimpan dalam lampiran di email, dan terakhir adalah aktivitas ekstensi browser.

Laporan KSN 2020 juga menunjukkan bahwa produk Kaspersky mendeteksi sebanyak 111 juta insiden lokal di komputer partisipan KSN di negara tersebut. Dari total jumlah percobaan, sebanyak 20 juta ditargetkan terhadap pengguna bisnis di Indonesia.

Insiden lokal yang dimaksud adalah malware yang tersebar secara lokal, yaitu lewat flashdisk, CD, DVD, atau bermacam metode offline lain. Secara total ada 56,3% pengguna di Indonesia yang hampir terinfeksi dari malware lokal ini. Disebut hampir karena malware tersebut sukses terdeteksi oleh produk Kaspersky.

Lalu, apa hubungannya malware dengan UKM? Menurut Dony Koesmandarin, Teritory Manager Kaspersky Indonesia, karena banyak orang yang bekerja dari rumah, maka ancaman serangan siber terhadap individu adalah ancaman juga untuk perusahaan tempatnya bekerja.

"Tahun 2020 adalah tahun di mana seluruh aktivitas manusia hampir ditransfer secara online. Ancaman terhadap individu sama berbahaya dengan risiko pada UKM dan perusahaan karena penerapan sistem kerja dari rumah yang sedang berlangsung di negara ini," ujar Dony.

Untuk itulah, menurut Dony, UKM harus melindungi usahanya dari serangan siber, karena berpotensi mengganggu aktivitas bisnisnya, mengganggu kenyamanan pengguna, dan juga merusak reputasi bisnis.

"Misalnya kena ransomware, transaksi tidak bisa dilakukan, pengguna kesal, data pun tak bisa diakses, lalu reputasinya pun rusak," pungkas Dony.

Untuk menjaga keamanan siber UKM, Kaspersky punya solusi bernama Kaspersky Endpoint Detection and Response Optimum (KEDRO).



Simak Video "Kejari Geledah Kantor Dindagkop Blora, Terkait Jual Beli Kios Pasar Cepu"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)