500 Juta Nomor Telepon Pengguna Facebook Dijual di Telegram

500 Juta Nomor Telepon Pengguna Facebook Dijual di Telegram

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 26 Jan 2021 17:42 WIB
Ilustrasi Google, ilustrasi YouTube, dan ilustrasi Facebook
Nomor Telepon Milik 500 Juta Pengguna Facebook Dijual di Telegram (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Hacker menjual database berisi nomor telepon milik ratusan juta pengguna Facebook menggunakan bot Telegram. Data tersebut dijual dengan harga USD 20 per nomor telepon.

Peneliti keamanan yang menemukan celah ini, Alon Gal, mengatakan hacker yang mengoperasikan bot tersebut mengklaim memiliki informasi dari 533 juta pengguna Facebook di 19 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Australia.

Data tersebut rupanya diambil lewat celah keamanan Facebook yang telah ditambal pada tahun 2019.

"Sangat mengkhawatirkan melihat database seukuran itu dijual di komunitas kejahatan siber, ini sangat membahayakan privasi kita dan tentunya akan digunakan untuk smishing (SMS phishing) dan aktivitas jahat lainnya," kata Gal, seperti dikutip dari Motherboard, Selasa (26/1/2021).

Hacker ini menggunakan bot Telegram untuk memudahkan orang yang ingin membeli data. Bot ini bisa menemukan nomor telepon pengguna Facebook jika 'calon pembeli' sudah memiliki ID penggunanya, dan jika calon pembeli sudah memiliki nomor telepon pengguna, bot tersebut bisa mencari ID Facebook-nya.

Awalnya informasi dari bot ini disamarkan, dan pengguna harus membeli kredit untuk melihat nomor telepon atau ID Facebook secara lengkap. Satu kredit dipatok dengan harga mulai USD 20, dan 1.000 kredit dijual dengan harga USD 5.000.

Berdasarkan screenshot yang diunggah Gal, bot ini setidaknya sudah beroperasi sejak 12 Januari 2021, tapi data Facebook yang dijual berasal dari tahun 2019. Meski sudah cukup lawas, penjualan data ini tetap menghadirkan risiko privasi dan keamanan siber karena kebanyakan orang tidak begitu sering mengganti nomor teleponnya.

Saat ini belum diketahui apakah Motherboard atau Gal sudah menghubungi Telegram untuk mencekal bot tersebut. Tapi jika bot Telegram-nya telah dihapus pun database tersebut tetap bisa diakses di internet.



Simak Video "CEO Telegram Tuding Facebook Tebar Hoax untuk Jatuhkan Platform-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)