Mengenang Teror WannaCry di Dunia

Bahaya Serangan Cyber

Mengenang Teror WannaCry di Dunia

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 29 Nov 2020 20:41 WIB
Serangan cyber
Mengenang Teror WannaCry di Dunia. Foto: Internet
Jakarta -

Salah satu bukti dari bahaya serangan cyber adalah sebuah teror fenomenal WannaCry tahun 2017. Ada yang masih ingat kejadiannya? Semua dibikin repot sedunia.

Mei 2017, serangan ransomware WannaCrypt atau WannaCry melanda berbagai belahan dunia. Serangan cyber ini membuat kehebohan dan menyerang sistem komputer di 150 negara, tak terkecuali Indonesia.

Saat itu, WannaCry sampai membuat perusahaan otomotif Honda menyetop produksi di pabrik kendaraannya selama sehari. Di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) saat itu, Rudiantara, menyatakan ada ribuan alamat IP di Indonesia yang terjangkit WannaCry.

Jaringan internet di Pemkot Jaktim Dimatikan (Ibnu-detikcom)Jaringan internet di Pemkot Jaktim Dimatikan. Foto: Ibnu/Detikcom
Sistem RS Dharmais Jakarta diserang WannaCry. Layanan pun terhenti. Foto: Lamhot Aritonang

Salah satu contoh betapa ransomware ini sangat menyusahkan dan fatal, adalah terhentinya pelayanan di dua rumah sakit di Jakarta karena sistemnya terkunci WannaCry.

Berdasarkan penelitian dari perusahaan keamanan Avast, Indonesia menjadi negara dengan serangan WannaCry terbesar di dunia setelah Rusia.

Penakluk WannaCry

Di tengah kekacauan, ada sosok Marcus Hutchins, pemuda asal Inggris yang saat itu berusia 22 tahun yang menjadi sorotan setelah berhasil menjinakkan ransomware WannaCry.

Setelah berhasil menjinakkan WannaCry, dia sekarang bermitra dengan lembaga pemerintah Inggris, National Cyber Security Centre untuk mencegah versi baru WannaCry menyebar. Dia juga kebanjiran tawaran pekerjaan. Berkat prestasinya menaklukkan WannaCry, Marcus pun jadi tenar. Ribuan email masuk tiap hari menawari pekerjaan dan banyak media ingin mewawancarainya.

Marcus si HackerTenar sesaat setelah menaklukkan WannaCry, Marcus Hutchins kemudian dipenjara. Foto: istimewa

Namun beberapa bulan setelahnya, Hutchin menghiasi berita untuk alasan sebaliknya. Marcus ditangkap di Las Vegas, Amerika Serikat setelah menghadiri konferensi hacker Defcon. Bersama dua orang lainnya, dia dituding melakukan kejahatan terkait pembuatan program malware UPAS Kit dan Kronos yang membantu mencuri informasi perbankan.

Selanjutnya: Pelaku Terungkap...