Tega! Serangan Ransomware ke Rumah Sakit Bikin Pasien Meninggal

Tega! Serangan Ransomware ke Rumah Sakit Bikin Pasien Meninggal

Josina - detikInet
Jumat, 18 Sep 2020 18:49 WIB
kejahatan cyber
Tega! Serangan Ransomware Bikin Wanita Jerman Meninggal (Foto: Internet)
Jakarta -

Serangan ransomware pada komputer sebuah rumah sakit Universitas Duesseldorf di Jerman mengakibatkan seorang pasien wanita meninggal dunia. Sungguh tega pelakunya!

Kasus tersebut menjadi pertama kali di mana komputer rumah sakit diserang ransomware hingga melumpuhkan sistem. Akibatnya rumah sakit tidak dapat menerima pasien darurat.

Lantas wanita tersebut dikirim ke fasilitas perawatan kesehatan yang jauhnya sekitar 30 km dari rumah sakit tersebut, seperti dilaporkan Associated Press dikutip dari detikINET dari The Verge, Jumat (18/9/2020).

Serangan dunia maya ini ternyata tak ditujukan ke rumah sakit, menurut laporan dari kantor berita Jerman RTL. Tebusan telah ditujukan ke universitas terdekat.

Para penyerang kemudian menghentikan serangan tersebut setelah pihak berwenang memberi tahu mereka bahwa mereka sebenarnya telah menutup rumah sakit.

Otoritas Jerman masih menyelidiki kematian wanita tersebut. Jika pengalihannya ke rumah sakit lain diketahui bertanggung jawab atas kematiannya, polisi mungkin menganggap serangan siber sebagai pembunuhan.

Fasilitas perawatan kesehatan adalah salah satu target terbesar serangan siber dan pakar keamanan siber telah memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa sebagian besar rumah sakit tidak siap.

Mereka sangat bergantung pada perangkat, seperti peralatan radiologi, yang sering kali terhubung ke internet. Tanpa alat tersebut, mereka tidak akan mampu merawat pasien.

"Jika sistem terganggu melalui internet, oleh musuh atau kecelakaan, itu dapat berdampak besar pada perawatan pasien," kata Beau Woods, seorang advokat keamanan siber dan rekan inovasi keamanan siber di Dewan Atlantik, kepada The Verge tahun lalu.

Bahkan serangan ransomware yang menargetkan data pasien, dan tidak berdampak langsung pada perangkat medis, dapat mengganggu hasil pasien di mana satu studi menemukan bahwa tingkat kematian rumah sakit akibat serangan jantung meningkat pada tahun-tahun setelah pelanggaran data.

Itu mungkin karena rumah sakit harus mengalihkan sumber daya untuk merespons serangan atau meningkatkan perangkat lunak dengan cara yang mengubah cara dokter beroperasi.



Simak Video "Prediksi NTT: Nilai Tukar Bitcoin Turun, Cryptojacking Ditinggalkan"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)