Menangkis 'Magis' Penjahat Siber - Halaman 3

Menangkis 'Magis' Penjahat Siber

Baban Gandapurnama - detikInet
Senin, 19 Okt 2020 22:00 WIB
Cyber Crime
Menangkis 'Magis' Penjahat Siber (Foto: internet)

Penipu Kena Prank!

Kaesang Pangarep, putra Presiden Jokowi, pernah disinggahi penipu. Ia membagikan pengalaman itu di akun Twitter-nya @kaesangp. Modus penipu ini menyebutkan Kaesang pemenang lelang. Pelaku mengirimkan nomor rekeningnya lewat direct message ke akun Twitter Kaesang.

Kaesang bereaksi. Ia mengajak penipu tersebut bertemu langsung atau cash on delivery (COD). Ternyata penipunya menolak berjumpa. "Anda udah cek instagram saya? Ngecek rekening gampang lho," ucap Kaesang kepada admin @luckycatsauction.

Mengetahui target yang masuk perangkapnya itu anak presiden, pemilik admin ketar-ketir. "Maaf bang. Saya khilaf, maaf bang," kata penipu iru membalas pertanyaan Kaesang.

Peringai penipu itu akhirnya dibongkar Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipisiber) Bareskrim Polri. Pengungkapan kasus ini mengejutkan aparat penegak hukum, lantaran empat tersangkanya anak di bawah umur yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Polisi menciduk mereka di Aceh dan Medan.

Polisi menyebut sindikat penipuan online ini sudah memperdayai puluhan orang. Kawanan penipu tersebut menjual barang bermerek atau barang langka via sejumlah akun Instagram. Namun mereka tak pernah mengirim barang setelah korban transfer sejumlah uang.

Para tersangka diganjar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (1) dan/atau Pasal 51 ayat (2) juncto Pasal 36 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP. Mereka terancam pidana paling lama 12 tahun dan denda maksimal Rp 12 miliar. Mengingat empat tersangka ini masih di bawah umur, polisi berkoordinasi dengan Badan Pemasyarakatan setempat untuk menindaklanjutinya.

Kisah lainnya diutarakan admin akun Instagram Gojek Indonesia yang pernah 'skakmat' pelaku penipuan. Sang mimin Gojek berakting dan tampil tenang sewaktu membongkar modus penjahat siber. Alih-alih mendambakan pundi rupiah selepas mengelabui target, penjahat malah kena prank.

[Gambas:Instagram]


Awalnya, pelaku mengaku pihak Gojek yang mengarahkan targetnya menyuplai duit. Penipu berbicara via sambungan telepon.

"Jadi pembayarannya, bapak bisa ditransfer melalui virtual account restoran saya ya pak," kata pria itu yang terdengar dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram Gojek Indonesia pada 11 Februari 2020.

Penipu membagikan delapan nomor kepada calon korban. Kemudian, ia meminta target memasukkan nominal biaya belanja. Setelah itu, ia menyuruh mencantumkan kode tiga digit yang nantinya menjadi bukti transfer uang korban sudah masuk rekening.

Admin Gojek menuntaskan perannya sambil 'menghadiahi' wejangan kepada sang penipu. "Ahhh... bapak nipu kan. Semua pihak Gojek, mau driver atau merchant gak bakal transfer lewat aplikasi bank. Semua transaksi tuh harus lewat Gopay, Paylater sama tunai," tutur admin Instagram Gojek.

"Cepat tobat ya pak," katanya lagi.

Mendapat serangan balik dari pihak Gojek asli, pria tersebut membisu. Si pelaku menyerah dan mematikan sambungan telepon.

Selanjutnya: Order fiktif dan hak konsumen...