Saling Tuding di Kasus Peretasan SMS

Saling Tuding di Kasus Peretasan SMS

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 02 Sep 2020 17:10 WIB
Human hand on keyboard,isolated, selective focus, shallow depth of field, concept of work & technology.
Saling Tuding di Kasus Peretasan SMS (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Kisruh saling tuding soal kasus peretasan SMS Telkomsel yang diungkapkan oleh Teguh Aprianto, Founder Ethical Hacker Indonesia semakin ramai.

Dalam berita sebelumnya ditulis kalau Zul Amri menyebut data SMS yang ada dalam email yang ia kirimkan berasal dari peretasan terhadap akun cloud milik korban. Namun klaim ini ditepis oleh Teguh.

Amri menyebut SMS tersebut diambil dari cloud, yang artinya tidak real time. Namun menurut Teguh, hal itu tak mungkin karena Amri bisa meretas akun Gojek milik korban dan melakukan order GoFood fiktif.

"Untuk login ke Gojek, apakah menggunakan password? Login ke Gojek itu menggunakan OTP yang dikirimkan ke SMS bersamaan ketika user login," ujar Teguh saat dihubungi detikINET.

Selain itu, menurut Teguh, korban tak pernah mengisi formulir apa pun seperti yang dikatakan oleh Amri dalam postingannya di Facebook, yaitu dalam screenshot gambar formulir yang dipostingnya.

"Pengakuan dari korban dia tidak pernah mengisi form apapun yang disediakan oleh Amri. Ketika Amri mengirimkan email tersebut dan mulai mengganggu, dia sempat ngasih warning dan juga menghubungi istri Amri buat ngasih pesan berhenti gangguin dia," lanjut Teguh.

"Setelah itu Amri malah menjadi-jadi membobol akun Gojek dan melakukan orderan fiktif," tambahnya.

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan celah untuk mengakses SMS milik korban bisa dilakukan lewat dua cara. Yaitu dari operator seluler dan aplikasi pinjaman online (pinjol).

Diakuinya, aplikasi pinjol memang memungkinkan untuk mengakses SMS milik penggunanya. Namun untuk kasus ini, Teguh menyebut pelaku pernah mengaku memanfaatkan celah yang ada di Telkomsel, korban pun menurutnya tak pernah menggunakan aplikasi pinjol sama sekali.

"Menurut pengakuan pelaku, dia memang memanfaatkan celah tersebut dari Telkomsel," pungkas Teguh.

Telkomsel sendiri sudah mengeluarkan pernyataan terkait tudingan ini. Menurut Denny Abidin, VP Corporate Communication Telkomsel, sistem keamanan mereka pun berfungsi normal dan tak terdeteksi adanya peretasan.

Mereka pun memastikan dan menjamin data pelanggan yang di sistem mereka tetap aman dan terjaga kerahasiaannya. Lebih lanjut, Telkomsel mengajak penggunanya untuk menjaga kerahasiaan data pribadinya, untuk menghindarkan kejadian-kejadian yang tak diinginkan.



Simak Video "Dirut Telkomsel: 2 Karyawan Meninggal, 8 Lainnya Positif COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)