Server Penyimpanan Data Forensik Dibobol
- detikInet
Jakarta -
Seorang hacker jahat berhasil 'menjebol' sistim pertahanan komputer server milik Guidance Software. Tak hanya mengakses, ribuan data kartu kredit milik pelanggannya pun dicuri. "Seseorang berhasil membobol salah satu server kami," tandas John Colbert, Chief Executive Officer Guidance, seperti dilansir detikinet dari CnetNews Selasa (20/12/2005)."Insiden ini menandakan bahwa gangguan bisa terjadi pada siapa saja dan tak seorang pun boleh puas dengan sistim keamanan mereka," imbuhnya lagi.Akibat serangan tersebut, ribuan data pelanggan perusahaan termasuk 3.800 nama, alamat dan detil kartu kredit dibobol. Bahkan ada beberapa pelanggan yang telah terimbas dampaknya. Tetapi, Colbert mengaku tidak tahu pasti berapa jumlah pelanggan dirugikan.Menurut Colbert, serangan ini sebenarnya pernah terjadi pada November silam, tepatnya pada 25 November. Serangan ini terjadi lagi pada 7 Desember. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Guidance segera mengirimkan surat pemberitahuan kepada 9.500 pelanggannya. Sementara itu, Kessler International yang berbasis di New York City mengaku baru menerima surat dari Guidance tiga hari setelah mereka mendapat tagihan American Express sekitar US$20.000 (US$1 = Rp 9.848, sumber: detik.com). Tagihan itu berisi biaya yang harus dibayarkan karena mereka telah memasang iklan di Google. Hal itu disampaikan pimpinan perusahan investigasi komputer forensik, Michael Kessler. "Jika Guidance tahu tentang serangan itu sejak 7 Desember, mereka seharusnya segera mengirimkan e-mail. Tetapi kenapa masih mengirim kabar lewat surat?," ujar Kessler.Colbert menilai mengirim surat adalah cara yang paling cepat untuk menghubungi pelanggannya. Pasalnya, mereka (Guidance-red) tidak mempunyai alamat e-mail semua pelanggan. Mereka hanya tahu alamat rumah pelanggannya saja.Sebagai informasi, Guidance adalah salah satu penjual software penyelidikan kejahatan komputer. Guidance menyimpan data penting seperti nama, alamat pelanggan dan nomor card value verification (CVV).Nomor CVV ini memiliki kode tiga digit. Letaknya ada dibelakang kartu kredit. Nomor ini biasa dipakai untuk mencegah penipuan secara online. Software EnCase milik Guidance juga biasa dipakai oleh para periset keamanan dan agen polisi di seluruh dunia.
(ien/)