Tokopedia Dibobol, Menkominfo: Peretasan Data Sebelumnya Sudah Terjadi

Tokopedia Dibobol, Menkominfo: Peretasan Data Sebelumnya Sudah Terjadi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 04 Mei 2020 18:02 WIB
Hacker Rusia Berhasil Membobol Jaringan Komunikasi Pemerintah Jerman
Tokopedia Dibobol, Menkominfo: Peretasan Data Sebelumnya Sudah Terjadi (Foto: DW News)
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan peretasan data seperti yang dialami Tokopedia, merupakan hal yang sering terjadi.

"Peretasan data di digital atau di akun aplikasi atau platform sebagaimana Tokopedia, sebelumnya juga sudah terjadi, baik di dalam negeri, (startup-red) unicorn lainnya maupun di dunia," ujar Johnny dalam konferensi pers secara virtual, Senin (4/5/2020).

"Perusahaan global, yang (punya nama-red) besar pun sebagaimana diketahui juga diretas. Bahkan, institusi pemerintah dari negera besar juga diretas," ucapnya menambahkan.

Untuk itu, Kominfo, seperti diucapkan Menkominfo, bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan perusahaan yang bergerak di bidang e-Commerce di Indonesia untuk mengatasi persoalan kebocoran data tersebut.

"Karenanya Kominfo bersama BSSN akan selalu bekerja sama seluruh e-Commerce kita, PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik-red) kita di Indonesia, sehingga dari waktu ke waktu meningkat kemampuan security sistem, menjaga, memberikan perlindungan data pribadi atau data pemilik akun e-Commerce kita," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan secara virtual dengan BSSN dan Tokopedia, disepekati akan dilakukan penyelidikan kebocoran 91 juta data akun Tokopedia.

Namun sayangnya, Menkominfo tidak menegaskan berapa lama penyelidikan tersebut dan kapan diungkapnya kepada publik, terutama kepada para pengguna Tokopedia.



Simak Video "Menkominfo Selidiki Akun Peretas di Tokopedia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)