Peneliti arkeologi di Turki menemukan bukti fisik pertama bahwa bangsa Romawi kuno menggunakan kotoran manusia sebagai bagian dari pengobatan. Temuan itu dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science: Reports.
Arkeolog dari Universitas Cumhuriyet di Sivas, Turki, menemukan sisa-sisa bahan dalam sebuah wadah gelas Romawi abad ke-2 Masehi (unguentarium) yang biasanya dipakai untuk minyak wangi atau kosmetik.
Analisis kimia pada sisa-sisa berwarna cokelat tersebut menunjukkan adanya coprostanol dan 24-ethylcoprostanol, senyawa yang hanya dihasilkan oleh proses pencernaan manusia atau hewan, yang berarti bukti itu berasal dari kotoran manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu di dalam sampel juga ditemukan carvacrol, senyawa dalam minyak thyme yang bisa membantu menyamarkan bau serta memiliki sifat antimikroba. Hal ini menunjukkan bahwa orang Romawi mungkin mencampurkan bahan aromatik ke dalam ramuan obatnya.
"Studi ini memberikan bukti kimia langsung pertama tentang penggunaan kotoran sebagai obat di zaman Greco-Romawi. Hasil ini sesuai dengan rumusan yang dijelaskan oleh Galen dan penulis klasik lain," ujar tim peneliti dalam makalah studi mereka, dikutip dari CNN.
Wadah yang dianalisis ditemukan di Museum Arkeologi Bergama di Turki. Lokasi ini juga dikenal sebagai tempat tinggal Galen, salah satu dokter dan ahli bedah paling berpengaruh di Zaman Romawi dan Yunani.
Menurut sumber CNN, praktik ini sesuai dengan banyak teks medis Romawi kuno yang mencatat kotoran digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari masalah kulit hingga infeksi. Meski terdengar tidak lazim bagi standar modern, penggunaan bahan tersebut bukan sekadar takhayul, melainkan bagian dari praktik farmakologi pada masa itu.
Temuan ini memperkuat pemahaman sejarah tentang bagaimana pengobatan berkembang dari praktik kuno hingga ilmu medis saat ini, termasuk konsep yang kini dikenal modern sebagai transplantasi mikrobiota tinja (fecal microbiota transplant), yang saat ini digunakan dalam dunia medis untuk mengobati infeksi usus tertentu seperti Clostridioides difficile.
(rns/rns)