PT Pos Indonesia membeberkan strategi transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendongkrak kinerja sektor rantai pasok (supply chain) nasional di tengah dinamika industri logistik yang kian kompetitif.
Director of Business Development & Portfolio Management PT Pos Indonesia, Prasabri Pesti, mengatakan pemanfaatan AI menjadi salah satu pilar utama agar Pos Indonesia tetap relevan sekaligus mampu tumbuh berkelanjutan.
"Transformasi digital berbasis AI adalah keniscayaan bagi Pos Indonesia untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan industri logistik yang begitu cepat," ujar Prasabri di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penerapan AI tidak hanya menyasar efisiensi operasional, tetapi juga untuk membangun sistem supply chain yang lebih cerdas, terhubung, dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Selain transformasi berbasis AI, Pos Indonesia juga menaruh perhatian besar pada agenda konsolidasi bisnis logistik nasional. Prasabri menekankan bahwa industri logistik sangat mengutamakan volume dan skala.
"Logistik adalah bisnis yang sangat mengutamakan volume dan skala. Ketika konsolidasi terjadi, skala otomatis meningkat-dan skala yang besar berdampak langsung pada efisiensi operasional," terangnya.
Ia menambahkan, skala bisnis yang besar akan memperkuat posisi Pos Indonesia untuk menjalin kemitraan strategis dengan pemain global sekaligus membuka akses ke pasar internasional.
"Skala yang besar adalah modal kita untuk duduk setara dengan pemain global, menjalin kemitraan strategis, dan pada akhirnya membuka akses masuk ke pasar internasional," tambah Prasabri.
Langkah konsolidasi tersebut merujuk pada rencana pembentukan Holding Logistik Nasional di bawah koordinasi Danantara, yang diharapkan mampu mengintegrasikan ekosistem logistik BUMN agar lebih efisien dan berdaya saing tinggi.
Paparan tersebut disampaikan dalam forum Indonesia AI Day for Supply Chain Industry: Empowering Indonesia's Supply Chain yang diselenggarakan Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, 11 Februari 2026. Acara dibuka oleh Director & Chief Business Officer IOH M. Danny Buldansyah dan menghadirkan para pemimpin industri dari berbagai sektor strategis nasional, termasuk Garuda Indonesia, PT MRT Jakarta (Perseroda), JNE, dan Transjakarta.
(agt/rns)

