Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Deretan Perusahaan yang Menyesal Pakai AI dan Rekrut Manusia Lagi

Deretan Perusahaan yang Menyesal Pakai AI dan Rekrut Manusia Lagi


Fino Yurio Kristo - detikInet

AI, Artificial Intelligence, technology smart robot AI, artificial intelligence by enter command prompt for generates something, Futuristic technology transformation, Chatbot, assistant, secretary
Deretan Perusahaan yang Menyesal Pakai AI dan Rekrut Manusia Lagi. Foto: Getty Images/Nirunya Juntoomma
Jakarta -

Beberapa perusahaan ada yang memecat karyawan untuk digantikan AI, tapi kini mereka menyesal dan mengubah pandangan bahwa kecerdasan buatan dapat melakukan segalanya. Mereka pun mengubah sikap dan merekrut kembali karyawan manusia.

Ford adalah salah satu perusahaan yang berbalik arah. Perusahaan otomotif ini dilaporkan mempekerjakan kembali ratusan insinyur manusia berpengalaman untuk menangani masalah kualitas yang tak dapat diselesaikan sistem otomatis. "AI tool luar biasa, tapi ia hanya sebaik informasi yang Anda gunakan untuk melatihnya," kata Charles Poon, vice president of vehicle hardware engineering Ford.

Perusahaan lain yang juga lebih fokus pada sumber daya manusia termasuk Commonwealth Bank of Australia dan raksasa software IBM. Tahun lalu, CBA memberhentikan lebih dari 40 staf layanan pelanggan dan menggantinya dengan bot suara AI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sistem AI tersebut tidak mampu mengatasi permintaan, berujung pada peningkatan jumlah panggilan, sehingga mendorong CBA membatalkan pemangkasan staf. "Membuat CBA membatalkan pemutusan hubungan kerja ini adalah sebuah kemenangan besar," kata serikat pekerja sektor keuangan Australia.

CBA mengakui tidak mempertimbangkan semua pertimbangan bisnis yang relevan saat mengumumkan PHK. Di pihak lain, IBM mengganti fungsi SDM-nya dengan AI yang menangani sekitar 94% tugas rutin, tapi tidak mampu memenuhi 6% sisanya, yang sering kali mencakup dilema etis. IBM lantas mengumumkan rencana melipatgandakan perekrutan manusia.

ADVERTISEMENT

"Jika kita tidak terus berinvestasi pada rekrutmen tingkat pemula, apa yang akan terjadi dalam 3-5 tahun ke depan?" kata kepala sumber daya manusia IBM, Nickle LaMoreaux yang dikutip detikINET dari CNBC.

Lalu ada perusahaan Klarna yang pada tahun 2024 bermitra dengan OpenAI dan memangkas departemen layanan pelanggan dan pemasaran. "AI sudah dapat melakukan semua pekerjaan yang kita, sebagai manusia, lakukan," sebut CEO Sebastian Siemiatkowski. Perusahaan menyebut ada penghematan USD 10 juta, mengklaim bahwa AI generatif dapat menangani terjemahan, produksi gambar, analisis data, dan keluhan pelanggan.

Namun kemudian, platform paylater ini tampaknya mempertimbangkan kembali keputusan itu. "Dari perspektif merek, perspektif perusahaan, saya pikir sangat penting untuk menjelaskan kepada pelanggan bahwa akan selalu ada manusia jika mereka menginginkannya," kata Siemiatkowski kepada Bloomberg.

Jadi, memberhentikan karyawan saat menggunakan lebih banyak AI tak selalu menawarkan rute terbaik menuju pertumbuhan bisnis. "Menganggarkan teknologi untuk menggantikan manusia tanpa berinvestasi dalam pelatihan atau peningkatan kemampuan membuat tim tidak siap untuk memanfaatkan AI," sebut Intuition Labs.

"Khususnya di antara perusahaan-perusahaan yang mendorong otomatisasi, banyak yang kemudian 'menyesali' PHK, setelah memangkas orang yang justru dibutuhkan untuk mengawasi AI," tambahnya.

Menurut laporan Orgvue, 39% pemimpin bisnis memberhentikan karyawan karena penerapan AI. Namun dari jumlah tersebut, 55% mengakui telah terjadi kesalahan keputusan terkait PHK tersebut.

"Ketika hasil AI tidak konsisten, tidak akurat, atau sulit diterapkan, perusahaan sering kali perlu menghadirkan kembali pengawasan manusia," kata Jessica Zhang, wakil presiden senior APAC di penyedia solusi SDM, ADP.

Sementara itu, 32% manajer perekrutan di AS mengatakan mereka menghapus suatu posisi pekerjaan utamanya karena AI dan kemudian merekrut kembali untuk posisi yang sama atau serupa.



(fyk/fay)






Hide Ads