Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indosat Perkuat Sektor Rantai Pasok, Klaim AI Tingkatkan Efisiensi 15%

Indosat Perkuat Sektor Rantai Pasok, Klaim AI Tingkatkan Efisiensi 15%


Agus Tri Haryanto - detikInet

Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison
Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) memperkuat dukungannya terhadap transformasi digital di sektor rantai pasok nasional melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan Internet of Things (IoT).

Sektor ranti pasok atau supply chain ini menjadi yang teranyar yang disasar Indosat melalui pemanfaatan teknologi terbaru, di mana sebelumnya merambah ke sektor pertambangan hingga ritel.

Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa supply chain saat ini tidak lagi bisa mengandalkan proses manual. Aktivitas logistik semakin kompleks, menuntut informasi yang cepat serta mudah dipahami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Pelaku industri juga perlu melihat pergerakan barang dan armada secara real-time agar operasional dapat berjalan lebih rapi sehingga keputusan bisa diambil tepat waktu," ujar Danny dalam media update di kantor Indosat Ooredoo Hutchison, Senin (9/2/2026).

"Melihat kebutuhan tersebut, Indosat mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI agar proses di bidang ini saling terhubung dan membantu pelaku industri mengelola operasional secara lebih terukur," ucapnya menambahkan.

Solusi Indosat di sektor rantai pasok ini diyakini mampu membantu pelaku industri meningkatkan efisiensi biaya dan operasional di tengah kompleksitas aktivitas logistik yang terus meningkat.

Seiring terus meningkatnya volume perdagangan, ekspektasi pengiriman yang semakin cepat, serta tekanan efisiensi biaya yang kian tinggi, industri supply chain kini berada pada titik krusial.

"Misalnya mulai dari inventory gudangnya, kemudian fleet management-nya, operation center-nya, connecitivity-nya, semakin besar itu semakin tinggi efisiensinya. Kalau saya melihatnya itu 10-15% minimal terjadi efisiensi," kata Danny.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, hingga tahun 2024 terdapat sekitar 16.080 perusahaan pergudangan dan ekspedisi kurir yang beroperasi di Indonesia. Skala dan kompleksitas industri yang terus bertumbuh ini menuntut sistem operasional yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis data.

Tolok ukur industri global menunjukkan adopsi digital dan AI di sektor supply chain dapat mendorong peningkatan pendapatan sebesar 15-30% melalui peningkatan engagement pelanggan dan strategi harga yang lebih tepat, peningkatan efisiensi operasional sebesar 30-40%, penurunan risiko pencurian dan fraud hingga 50%, serta percepatan waktu respons layanan pelanggan sebesar 40-50%.

Dalam operasional armada, penerapan predictive maintenance berbasis AI bahkan mampu menurunkan unplanned downtime hingga 50% sekaligus memperpanjang usia kendaraan. Sementara itu, otomatisasi gudang berbasis IoT dan AI terbukti mempercepat proses fulfillment, menekan biaya operasional, dan meminimalkan keterlambatan pengiriman.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Indosat mengandalkan 27 solusi supply chain berbasis AI yang dikelompokkan ke dalam enam area utama: Always-On Supply Chain Operations, Real-Time Operational Command, Unified Digital Experience, Sustainable Revenue Expansion, Secure & Trusted Critical Infrastructure, serta Predictive & Intelligent Decision Making.

Solusi tersebut mencakup berbagai use case, mulai dari konektivitas jaringan privat, telemetri IoT, manajemen armada, dan video analytics berbasis AI, hingga AI chatbot, platform omnichannel, layanan keamanan siber, advanced analytics, serta dashboard decision intelligence untuk level eksekutif.

Di sektor transportasi, solusi seperti Fleet Management, Fleet Vision, Vision AI, dan IoT Telemetry memungkinkan pemantauan pergerakan kendaraan, pemanfaatan aset, kinerja, dan aspek keselamatan secara real-time.

Sementara itu, di sektor distribusi dan logistik, Cold Chain Monitoring dan Asset Tracking membantu menjaga kualitas dan integritas produk melalui visibilitas lokasi dan kondisi barang secara real-time.

Pada level fasilitas, pendekatan Smart Facility, Energy Management, Connected AGV, dan Unified Command Center mendukung optimalisasi operasional, peningkatan efisiensi energi, percepatan alur kerja, serta keandalan operasional end-to-end yang lebih baik.

Seluruh rangkaian solusi tersebut diperkenalkan dalam gelaran Indonesia AI Day for Supply Chain, sebuah forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor transportasi, distribusi, dan logistik untuk merespons tantangan rantai pasok yang semakin kompleks di era digital.




(agt/agt)




Hide Ads