Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Indosat Klaim Berhasil Hadang 2 Miliar Spam dan Scam

Indosat Klaim Berhasil Hadang 2 Miliar Spam dan Scam


Agus Tri Haryanto - detikInet

Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat
Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat. Foto: Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengklaim berhasil memblokir lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berbahaya sejak meluncurkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam enam bulan lalu.

Fitur berbasis kecerdasan artifisial (AI) ini dikembangkan bersama mitra teknologi global Tanla Platforms melalui sistem Wisely AI.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital, seiring ponsel kini menjadi alat utama masyarakat untuk berkomunikasi, bertransaksi, hingga menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari. Indosat menyebut sistem tersebut telah melindungi 100% pelanggan dari berbagai potensi penipuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data internal perusahaan, modus yang paling sering terdeteksi meliputi penipuan OTP, phishing, dan undian palsu, dengan saluran utama melalui SMS dan panggilan suara.

Intensitas kejahatan digital ini juga cenderung meningkat pada momen tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja online, hingga masa pencairan bantuan sosial.

ADVERTISEMENT

Tak hanya mengandalkan teknologi, Indosat juga mendorong partisipasi pelanggan. Sejak diluncurkan, lebih dari 2,5 juta pengguna telah mengaktifkan fitur perlindungan ini melalui aplikasi, serta melaporkan lebih dari 124 ribu nomor yang terindikasi digunakan untuk aksi penipuan.

Dari sisi dampak, Indosat memperkirakan sistem ini mampu mencegah potensi kerugian finansial hingga USD 500 juta atau setara Rp 8,4 triliun dengan kurs USD 1 = Rp 16.898.

Manfaat perlindungan ini dinilai signifikan bagi UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Survei internal perusahaan menunjukkan lebih dari 95% pelanggan merasa lebih aman setelah menggunakan fitur tersebut.

Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan bahwa penguatan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap kebutuhan nyata pelanggan.

"Ponsel telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif dengan teknologi AI di jaringan kami," jelas Vikram di kantor IOH, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Sebagai mitra teknologi, Tanla Platforms berperan dalam mengembangkan sistem deteksi yang diklaim memiliki akurasi hingga 99% dan terus diperbarui melalui pembelajaran data berkelanjutan.

Untuk mengatasi maraknya penipuan online, Indosat menghadirkan fitur perlindungan layanan Satspam, sementara pelanggan Tri menikmati fitur Tri AI: Anti-Spam/Scam dengan sistem identifikasi visual berbasis kode warna.

Pengembangan terbaru memungkinkan pelanggan menikmati berbagai fitur seperti auto-blokir SMS penipuan, deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP, notifikasi tingkat risiko panggilan, ringkasan aktivitas mencurigakan di aplikasi, hingga integrasi perlindungan melalui myIM3 dan bima+.

Dengan kombinasi teknologi AI, kolaborasi strategis, dan keterlibatan pelanggan, Indosat menegaskan posisinya dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman, terpercaya, dan relevan bagi masyarakat Indonesia.




(agt/fyk)
TAGS







Hide Ads