Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Bos OpenAI Bocorkan Fitur Masa Depan ChatGPT

Bos OpenAI Bocorkan Fitur Masa Depan ChatGPT


Fino Yurio Kristo - detikInet

Portland, OR, USA - May 19, 2023: Assorted productivity apps are seen on an iPhone, including ChatGPT, Microsoft 365, Slack, Google, Teams, Trello, Dropbox, Google Drive, and Zoom.
Bos OpenAI Bocorkan Fitur Masa Depan ChatGPT. Foto: Getty Images/hapabapa
Jakarta -

Chat GPT-5 baru saja diluncurkan namun,GPT-6 sudah dalam proses pengerjaan. Itulah pesan yang disampaikan CEO OpenAI, Sam Altman belum lama ini. Altman tidak memberikan tanggal rilis pasti untuk AI berikutnya, namun menurutnya GPT-6 akan berbeda dan akan hadir lebih cepat dibanding jeda waktu antara GPT-4 dan GPT-5.

GPT-6 dijanjikan tak hanya akan merespons pengguna, tapi juga beradaptasi dengan mereka, serta memungkinkan orang membuat chatbot yang mencerminkan selera pribadi. Ia mengatakan bahwa memori adalah kunci untuk membuat ChatGPT benar-benar personal. AI ini perlu mengingat siapa Anda, preferensi, rutinitas, dan kebiasaan unik, lalu beradaptasi.

"Orang menginginkan memori. Orang menginginkan fitur produk yang mengharuskan kami mampu memahami mereka," kata Altman yang dikutip detikINET dari CNBC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, OpenAI bekerja sama erat dengan para psikolog untuk membantu membentuk produk tersebut, mengukur perasaan pengguna sembari melacak kesejahteraan mental mereka dari waktu ke waktu.

Ia juga mengungkap bahwa versi masa depan ChatGPT akan mematuhi perintah eksekutif terbaru dari pemerintahan Trump yang mengharuskan sistem AI yang digunakan oleh pemerintah federal untuk bersikap netral secara ideologi dan dapat dikustomisasi.

ADVERTISEMENT

"Saya rasa produk kami harus memiliki sikap moderat atau di tengah, dan kemudian Anda bisa mendorongnya cukup jauh ke arah tertentu. Jika Anda bilang saya ingin kamu menjadi sangat woke (progresif), maka ia harus bisa menjadi sangat woke," jelasnya. Jika pengguna menginginkannya jadi konservatif, model itu juga harus bisa melakukan.

Komentar Altman mengenai GPT-6 muncul setelah peluncuran GPT-5 yang kurang sukses. Pengguna mengeluh bahwa model tersebut terasa lebih dingin, kurang terhubung, dan kurang membantu dibandingkan versi sebelumnya.

"Saya jauh lebih menyukai yang baru ini," cetus Altman. Ia mengakui bahwa OpenAI diam-diam telah merilis pembaruan nada bicara pada GPT-5 agar menjadi "jauh lebih hangat."

Meski Altman menyebut peningkatan memori sebagai fitur favoritnya, ada kekhawatiran privasi terutama karena memori sementara tidak dienkripsi. Artinya, informasi sensitif berpotensi terekspos tanpa pengamanan kuat. Altman mengonfirmasi enkripsi sangat mungkin ditambahkan, meski belum ada jadwal pastinya. Pertanyaan yang melibatkan informasi hukum atau medis perlu diperlakukan dengan perlindungan privasi memadai.

Ia juga melihat ke masa depan dan antarmuka otak-komputer yang dinilainya ide keren. Ia membayangkan kemampuan memikirkan sesuatu dalam batin dan ChatGPT langsung meresponsnya. "Ada beberapa area yang berdekatan dengan AI yang menurut saya layak untuk kami kerjakan dan ini salah satunya," tuturnya.

Untuk saat ini, produk konsumen inti OpenAI tetaplah ChatGPT dan Altman fokus membuatnya lebih fleksibel dan lebih berguna dalam kehidupan sehari-hari. Ia sudah mengandalkannya untuk segala hal, mulai dari pekerjaan hingga pertanyaan seputar pengasuhan anak.




(fyk/fyk)







Hide Ads