XLSmart mulai memanfaatkan tambahan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz secara bertahap untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan 5G di Indonesia.
Pemanfaatan dua spektrum tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan jaringan 5G XLSmart karena karakteristik keduanya saling melengkapi. Spektrum 700 MHz memiliki keunggulan dalam jangkauan yang lebih luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik, sedangkan 2,6 GHz menawarkan kapasitas lebih besar untuk menangani trafik data yang tinggi.
Kombinasi kedua pita frekuensi tersebut memungkinkan operator membangun jaringan 5G yang tidak hanya lebih luas, tetapi juga memiliki kapasitas lebih kuat di wilayah dengan kebutuhan data tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan tambahan spektrum tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan kapasitas jaringan, tetapi menjadi fondasi untuk memperluas manfaat konektivitas digital kepada masyarakat.
"Bagi kami, keberhasilan 5G bukan hanya diukur dari berapa banyak kota atau BTS yang terhubung, tetapi dari seberapa besar konektivitas yang lebih baik dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, menjalankan usaha, mengakses layanan publik, dan meningkatkan produktivitas," ujar Merza dikutip dari keterangan tertulis.
Sebagai informasi, XLSmart memperoleh bandwidth 30 MHz di frekuensi 700 MHz dan bandwidth 50 MHz di frekuensi 2,6 GHz. Diketahui, untuk menyediakan layanan 5G, XLSmart mengalokasikan spektrum khusus, yakni frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 40 MHz.
Adapun, spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki karakteristik yang saling melengkapi. Spektrum 700 MHz memungkinkan jangkauan jaringan yang lebih luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik, sementara spektrum 2,6 GHz memberikan kapasitas lebih besar untuk mendukung kebutuhan data yang tinggi, terutama di wilayah dengan aktivitas digital yang padat.
Menurut XLSmart, kombinasi kedua pita tersebut memungkinkan pengembangan 5G dengan jangkauan yang semakin luas sekaligus kapasitas yang semakin kuat.
Pemanfaatan spektrum baru tersebut guna mendukung pengembangan jaringan 5G XLSmart yang hingga semester I 2026 telah hadir di 52 kota, didukung sekitar 15.000 BTS 5G dengan cakupan populasi nasional mencapai 23%.
Tambahan spektrum diharapkan memberikan ruang bagi XLSMART untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan sekaligus memperluas layanan 5G secara bertahap ke lebih banyak wilayah.
Merza mengatakan ketersediaan 700 MHz dan 2,6 GHz membuka ruang bagi industri telekomunikasi untuk mempercepat pemerataan konektivitas dan pengembangan ekosistem 5G nasional.
"Kami mengapresiasi langkah Komdigi menghadirkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz sebagai fondasi penting bagi industri untuk bersama-sama memperluas manfaat konektivitas berkualitas kepada semakin banyak masyarakat Indonesia. XLSmart siap mengambil bagian dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan ekosistem digital nasional," katanya.
Bagi pengguna, penguatan jaringan 5G melalui tambahan spektrum bukan hanya soal mendapatkan kecepatan internet yang lebih tinggi.
Jaringan dengan cakupan lebih luas dan kapasitas lebih besar dapat membuka ruang pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor, mulai dari pembelajaran digital, layanan kesehatan dan pemerintahan, hingga digitalisasi UMKM.
Di sektor industri, kapasitas 5G juga dapat menopang pemanfaatan cloud, Internet of Things (IoT), kecerdasan artifisial (AI), dan otomasi yang membutuhkan koneksi dengan kapasitas besar dan latensi rendah.
Namun, ketersediaan spektrum dan pembangunan jaringan masih menjadi salah satu bagian dari pengembangan ekosistem 5G. Pemanfaatannya juga bergantung pada ketersediaan perangkat 5G yang semakin beragam dan terjangkau serta munculnya use case yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
"Fase berikutnya bukan lagi hanya tentang seberapa luas 5G tersedia, tetapi seberapa besar teknologi ini dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Merza.

