Gavin Uberti, Robert Wachen, dan Chris Zhu, semuanya berusia 24 tahun, mengubah startup Etched menjadi perusahaan chip AI bernilai USD 21 miliar (Rp 369 triliun) yang berambisi menantang Nvidia.
Ketiganya mendirikan Etched tahun 2022 dan awalnya kesulitan meyakinkan investor bahwa tiga pendiri muda minim pengalaman semikonduktor mampu membangun hardware AI canggih.
Di kalangan investor, pandangan saat itu adalah jangan berinvestasi pada anak-anak di industri chip. "Ada anggapan anak-anak merasa bisa melakukan apa saja dan mungkin di internet mereka memang bisa tapi di ranah chip, startup dianggap tak kompeten sampai terbukti sebaliknya," kata mitra Sequoia Capital, Sonya Huang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat tahun berselang, startup di San Jose ini punya lebih dari 400 karyawan, membukukan pesanan sekitar USD 1 miliar, dan mulai mengirim sistem AI. Terobosan terbaru terjadi Agustus, ketika perusahaan perdagangan kuantitatif Jane Street memimpin putaran pendanaan USD 700 juta yang mendongkrak valuasi jadi USD 21 miliar.
Dari Harvard Menjadi Startup Chip
Kisah Etched bermula di Harvard, tempat Uberti dan Zhu bertemu di kelas matematika. Wachen, coder yang tinggal di lantai yang sama dengan Uberti, saat itu menjalankan perusahaan teknologi pendidikan.
Ketiganya mendirikan Etched akhirnya drop out dari Harvard demi fokus mengembangkannya. Mereka minim pengalaman di industri semikonduktor, sehingga investor dan calon pelanggan meragukan.
Wachen mengenang saat tiba di San Francisco setelah memberi tahu orang tuanya bahwa ia meninggalkan Harvard untuk membangun perusahaan, tanpa persiapan kantor atau apartemen. "Saya ingat harus menumpang di rumah teman yang akan segera dijual dan menggunakan handuk sebagai selimut," katanya,
Mereka menyimpan server yang dibutuhkan untuk pekerjaan desain chip di garasi rumah seorang karyawan awal. Saat server tersebut restart, karyawan itu akan menelepon istrinya untuk meminta tolong menghidupkan ulang mesin secara manual.
Etched didirikan pada tahun yang sama saat OpenAI merilis ChatGPT, memicu lonjakan permintaan daya komputasi untuk mengoperasikan AI generatif. Nvidia muncul sebagai pemasok utama prosesor, sementara Etched mengambil pertaruhan spesifik pada ranah inferensi.
Pelatihan adalah proses bagaimana model AI belajar. Inferensi terjadi setelahnya, yakni setiap seseorang mengajukan pertanyaan pada model yang sudah dilatih tersebut dan sistem menghasilkan jawaban.
Seiring makin banyaknya pengguna AI, proses ini terjadi terus-menerus sehingga kecepatan, konsumsi energi, dan biaya inferensi menjadi makin krusial.
Etched membuat hardware untuk membuat inferensi lebih cepat dan efisien. Teknologinya bertujuan agar prosesor dapat melakukan perhitungan intensif dengan konsumsi listrik lebih sedikit, sembari memungkinkan beberapa chip berbagi informasi dengan lebih cepat.
Setelah menerima chip uji cobanya dari TSMC, Etched mengatakan hanya butuh 44 hari untuk menjalankan beban kerja AI pada chip tersebut, jauh lebih singkat dibanding proses normal yang biasanya perlu enam bulan.
Perusahaan ini mengklaim beberapa operasi komunikasi yang makan waktu sekitar 4.000 nanodetik pada prosesor Blackwell Nvidia dapat diselesaikan sekitar 700 nanodetik oleh hardware mereka. "Kami mungkin satu-satunya chip AI buatan startup yang langsung berhasil pada percobaan pertama," kata Wachen.
Menjelang akhir 2025, keraguan investor mulai berubah menjadi investasi fantastis. Kini, Etched mengoperasikan data center dua megawatt di kantornya di San Jose dan membuka fasilitas berkapasitas 10 megawatt di kota Milpitas.
Sekitar 15% dari total 400 karyawan Etched sebelumnya bekerja di Nvidia, sementara tim besarnya mencakup para insinyur dari Google, Broadcom, SK Hynix, dan TSMC.
Penantang Nvidia
Kebangkitan pesat Etched memposisikannya di antara perusahaan yang berusaha mendobrak cengkeraman Nvidia pada komputasi AI, meski kesenjangan masih sangat besar.
Nvidia menguasai lebih dari 80% pangsa pasar chip AI. Keunggulan mereka melampaui sekadar prosesor berkat ekosistem software CUDA yang digunakan luas. Hardware mereka dapat menangani proses pelatihan sekaligus inferensi AI.
Di sisi lain, Etched fokus pada inferensi dan baru saja memulai peluncuran komersial besar. Meski mereka mengklaim chipnya mampu menjalankan beberapa beban kerja AI 10 kali lebih cepat ketimbang GPU Nvidia, klaim tersebut belum melalui pengujian independen.
"Etched memiliki teknologi mengesankan serta minat pelanggan yang serius,tetapi sejarah semikonduktor dipenuhi chip-chip brilian yang pada akhirnya gagal menjadi bisnis hebat," ungkap Michael Ashley Schulman dari Cerity Partners.
Namun bagi para pendirinya, perbedaan drastis jika dibandingkan dengan masa-masa awal berdirinya Etched sudah sangat terasa.