Kenaikan terutama terjadi pada komponen memori, SSD, dan prosesor akibat tingginya kebutuhan industri teknologi terhadap semikonduktor untuk perangkat dan infrastruktur berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kondisi tersebut mendorong produsen dan pelaku penjualan menawarkan tablet dengan keyboard sebagai alternatif laptop, khususnya bagi konsumen dengan kebutuhan perangkat di bawah Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.
Tablet dinilai mampu memenuhi kebutuhan komputasi ringan, seperti browsing, multitasking sederhana, penggunaan Microsoft Word dan Excel, serta aktivitas belajar pelajar tingkat SD hingga SMA.
Di sisi lain, sejumlah produsen menyesuaikan spesifikasi, seperti menurunkan memori dari 16 GB menjadi 8 GB, untuk menjaga harga tetap di bawah Rp 10 juta.