Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
More Bandwidth, More Cybercrime?
Microsoft : Tiap Negara Punya 'Catatan' Kriminal Sendiri
More Bandwidth, More Cybercrime?

Microsoft : Tiap Negara Punya 'Catatan' Kriminal Sendiri


- detikInet

Jakarta - Microsoft merasa tiap negara punya ciri khas sendiri dalam berperilaku di internet. Besaran bandwidth yang berbeda tiap negara dianggap mempengaruhi tingkat cybercrime. Lain lubuk lain belalang, lain negara lain pula trik cybercrime-nya.."Makin besar bandwidth yang dimiliki suatu negara, maka makin cepat pula koneksi internet yang didapat. Maka, makin tinggi pula tingkat cybercrime-nya," kata Aaron Turner, Security Readiness Product Manager untuk Sales, Marketing and Services Group Microsoft di Hotel Shangrila, Jakarta, sewaktu memberikan presentasi tentang masalah keamanan komputer.Dengan bandwidth yang lebih cepat dan lebih besar, lanjut Aaron, tentunya makin lebih cepat pula arus hilir mudik pengiriman email (yang bisa saja ditujukan untuk maksud penipuan), virus, serta bentuk kejahatan via internet lainnya. "Peluangnya makin besar lagi apabila negara itu punya koneksi internet broadband," tambahnya.Aaron yang sudah 'berperang' membela Microsoft selama tujuh tahun dengan masalah keamanannya mengatakan, motif kejahatan via internet hampir selalu sama. Dia merasa, motif dan tujuan para penjahat cyber itu biasanya hanya ingin membuat dirinya terkenal. Atau hanya sekadar mencari keuntungan saja dengan cara menipu.Pria yang sebelumnya menggeluti profesi sebagai konsultan keamanan ini seringkali mengamati dan mempelajari kebiasaan tiap negara dalam berperilaku di internet. Tiap negara itu menurutnya punya kebiasaan yang berbeda-beda, meski menggunakan media yang sama, internet."Contohnya saja di Nigeria. Mereka acapkali pergi keluar malam-malam, lalu nongkrong di warnet. Di situ, mereka biasa mengirimkan email ke warga AS dan meminta pinjaman uang, dengan alasan agar uang mereka (orang Nigeria itu) bisa keluar dari negaranya," kata Aaron bercerita. "Ya tujuannya sih tetap sama, mengeruk uang sebanyak-banyaknya dengan cara menipu," celetuknya.Ketika ditanya bagaimana dengan perilaku Indonesia, sambil menyunggingkan senyuman Aaron hanya menjawab dengan kata "di Indonesia, koneksi internetnya masih rendah,""Yang pasti, meski tiap negara kebiasaanya berbeda, tapi sejarah tiap negara itu selalu berulang," tegas Aaron.Selain itu, Aaron juga mencontohkan hal lain seperti virus yang terus berkembang dengan motif yang sama dan selalu berulang sejarahnya. Dia mencontohkan virus 'I Love You' yang menurutnya apabila ditelaah, hanya bertujuan agar orang yang dikasihi oleh sang pembuat virus itu tahu. "Motif itu membuat sang pencipta virus menjadi terkenal. Masih banyak lagi virus-virus yang mengikuti motif serupa," ucapnya.Klaim Membaiknya Keamanan MicrosoftSebagai orang Microsoft, Aaron juga tak luput mempromosikan hasil kerjanya dalam meningkatkan kinerja sekuriti software perusahaannya. "Orang-orang selalu berpersepsi buruk tentang keamanan kami, kami perlu memberitahu konsumen kami bahwa progress kami sudah lebih baik dalam hal itu," ujar Aaron yang menyayangkan image rentannya keamanan pada Microsoft.Aaron juga tidak memungkiri lemahnya keamanan mereka di masa silam. Dengan dukungan 74.358 pegawai tetap Microsoft di seluruh dunia, serta sekitar 1.000-an pegawai yang berpusat di markas besar Microsoft di Redmont, AS, Aaron mengatakan mereka sudah belajar banyak dari kesalahan mereka di masa lalu.Menurutnya, setiap hari, perusahaannya selalu berperang menghadapi serangan dari pihak luar. Tetapi, menurutnya, justru hal seperti itulah yang dibutuhkan oleh Microsoft untuk melindungi konsumennya. "Dengan fasilitas lab kami yang sangat lengkap dan besar, serta dukungan yang kuat untuk menghadapi setiap masalah keamanan, kami yakin produk kami jauh lebih aman dari produk open source sekalipun," klaim Aaron. Pada presentasinya kala itu, Aaron mengklaim Microsoft lebih baik dari Red Hat, karena angka perbaikan Microsoft yang lebih sedikit. Microsoft juga mengklaim perusahaannya lebih cepat dalam merespon setiap keluhan pelanggan dibanding kompetitor lainnya. "Apabila klien anda tetap menggunakan open source, saya sarankan supaya klien anda terus-terusan meng-update produknya," ujarnya. (rouzni/)







Hide Ads