Minggu, 03 Nov 2019 16:18 WIB

Begini Cara Spyware Israel Membobol WhatsApp

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Halaman 1 dari 2
Foto: Justin Sullivan/Getty Images Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta - Pembobolan WhatsApp oleh spyware Israel, belum semua paham duduk perkaranya. Bukan chat-nya yang dibobol, tapi kode jahat masuk ke ponsel lewat WhatsApp.

WhatsApp, didukung oleh induknya Facebook, memperkarakan NSO Group ke pengadilan. Perusahaan asal Israel itu dituding bertanggung jawab membuat software mata-mata atau spyware bernama Pegasus ke ponsel pengguna WhatsApp.

Serangan Pegasus ini diduga terjadi bulan Mei 2019 kepada 1.400 pengguna WhatsApp di seluruh dunia, memanfaatkan celah keamanan di video call WhatsApp. Setidaknya 100 orang korban adalah para aktivis politik dan HAM, wartawan atau pejabat pemerintahan.


Nah, banyak netizen menyangka yang dibobol adalah percakapan WhatsApp. Bukan, bukan itu yang disasar.

Time of India seperti dilihat detikcom, Minggu (3/10/2019) memberitakan dokumen tentang Pegasus menyebutkan spyware WhatsApp ini bukan membobol percakapan. Namun ketika dia masuk ke ponsel korban dia mengambil semua data seluler berupa foto, email, nomor kontak, lokasi, arsip, data history browsing, rekaman audio dan kamera.

"Cuma butuh nomor telepon target untuk meng-install spyware Pegasus. Ia juga bisa mengaktifkan mikrofon dan kamera di ponsel target untuk mendapatkan data," begitu yang terungkap dari data tentang Pegasus.


Will Catchart, Head of WhatsApp mengatakan targetnya adalah data penting di ponsel korban. WhatsApp dibobol untuk dijadikan jalan masuk dari kode-kode jahat ke ponsel korban.

"User akan menerima apa yang kelihatannya video call, tapi ini bukan panggilan normal," kata Will Catchart.

(Halaman selanjutnya: Cuma Butuh Nomor Ponsel Korban...) (fay/fyk)