Selasa, 08 Okt 2019 09:18 WIB

Duh, Keamanan WhatsApp Terancam Diacak-acak

Fino Yurio Kristo - detikInet
Halaman 1 dari 2
WhatsApp. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET WhatsApp. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Washington - Enskripsi atau penyandian end to end di WhatsApp adalah perlindungan privasi, di mana hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca sebuah pesan. Benteng perlindungan tersebut belakangan diusik oleh penegak hukum di negara-negara superpower.

Pejabat Amerika Serikat, Inggris, dan Australia telah meminta agar penegak hukum bisa mengakses pesan ketika menginvestigasi teroris, pelaku pelecehan anak-anak, dan kriminal lainnya.

Departemen Kehakiman AS sudah lama tidak setuju dengan penyandian pesan karena dianggap menyulitkan pihaknya melawan kaum kriminal. FBI pernah meminta agar Apple membuka pesan iPhone milik tersangka pembunuhan massal di California, yang tidak dikabulkan oleh Apple.


Kini, Facebook jadi sasaran. Facebook seperti disebutkan telah menyediakan enskripsi pada WhatsApp dan rencananya akan memberikannya ke Messenger dan Instagram. Ini yang ditentang penegak hukum di AS dan sekutunya.

Bahkan tak menutup kemungkinan penyandian di WhatsApp diminta dilucuti karena otoritas meminta ada akses backdoor bagi mereka kala menginvestigasi sebuah kejahatan. Jika Facebook ngeyel, maka masyarakat umum yang bisa kena akibatnya.

"Perusahaan tak seharusnya mendesain sistem untuk menghindari akses pada konten, mencegah investigasi kriminalitas yang paling serius. Ini mengakibatkan warga terpapar risiko dengan menurunkan kemampuan perusahaan mendeteksi dan merespons konten ilegal," tulis Jaksa Umum Amerika Serikat, William Barr dalam suratnya bersama pejabat Inggris dan Australia.

(ke halaman selanjutnya) (fyk/afr)