Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bos Xbox Mau Reset Perusahaan, Bersiap Gelar PHK Besar-besaran

Bos Xbox Mau Reset Perusahaan, Bersiap Gelar PHK Besar-besaran


Panji Saputro - detikInet

Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Microsoft akan memangkas 650 karyawan di divisi game Xbox. Langkah ini merupakan PHK ketiga di unit video games Microsoft.
Xbox. Foto: Ying Tang/NurPhoto/Getty Images
Jakarta -

Seiring dengan upaya CEO Xbox, Asha Sharma, yang ingin menata ulang perusahaan, dilaporkan kalau mereka akan memangkas anggaran dan bersiap untuk memberhentikan sejumlah besar karyawannya.

Dikabarkan pengurangan karyawan pertama akan terjadi pada Juli mendatang, segera setelah berakhirnya tahun fiskal perusahaan. Sementara anggaran yang dipotong ialah dana yang biasa mereka gunakan untuk pemasaran dan beberapa area bisnis lainnya, dilansir Bloomberg, Senin (15/6/2026).

Namun belum diketahui berapa banyak orang yang akan terdampak. Rumornya 1.000 karyawan akan kena PHK. Xbox pun menolak berkomentar terkait hal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu terjadi usai Sharma berbicara secara terbuka terkait tantangan keuangan yang sedang dihadapi Xbox. Dirinya menyatakan bahwa perusahaan sedang tidak berada dalam kondisi yang sehat.

ADVERTISEMENT

Dalam sebuah email kepada karyawan yang kemudian diposting di blog Xbox berjudul "Next 100 Days: XBOX Reset", terungkap kalau kinerja perusahaan memang sedang tidak baik-baik saja. Disebutkan kalau Xbox mengalami margin akuntabilitas sebesar 3% pada fiskal ini, dan pendapatan tahunan telah menurun hampir setengah miliar dolar.

"Tidak termasuk Activision Blizzard King, selama lima tahun terakhir, kami telah menghabiskan lebih dari USD 20 miliar untuk investasi berkelanjutan dalam konten, platform, dan subsidi perangkat keras kami, tetapi pendapatan tahunan kami telah menurun hampir setengah miliar selama periode tersebut. Ke depannya, ini tidak dapat berlanjut," tulisnya.

Diketahui kalau penjualan bisnis hardware anjlok, gagal menghadirkan sejumlah game sukses, dan Game Pass stagnan. Di bawah tekanan dari perusahaan induknya untuk meningkatkan margin keuntungan, Xbox telah menghabiskan dua tahun terakhir untuk menutup studio, membatalkan pengembangan game, dan menaikkan harga.

Sharma mengatakan Xbox perlu membangun kembali infrastruktur platformnya, dan memikirkan kembali portofolionya dalam beberapa minggu dan bulan mendatang. Perusahaan telah melakukan ekspansi untuk meningkatkan pasokan kontennya.

Seperti dilaporkan Game Industry, untuk mengatasi hal ini, Xbox mencoba untuk mengatasi mulai dari merilis sejumlah game eksklusif, beberapa di antaranya memperkenalkan Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution, hingga menurunkan harga layanan berlangganan Game Pass.



(hps/fay)
TAGS






Hide Ads