Spammer Eksploitasi Wabah Flu Burung
- detikInet
Jakarta -
Ancaman flu burung di berbagai negara membuat masyarakat cemas tertular virus tersebut. Pasalnya, virus flu burung sangat mematikan. Di tengah kecemasan itu, ternyata masih ada juga yang tega meraup keuntungan. Kali ini spam beraksi lagi. Apa lagi yang mereka lakukan?Menurut e-mail yang beredar di berbagai negara, spam beraksi lagi. Kali ini dengan memanfaatkan momen kecemasan masyarakat akan flu burung. Spam menawarkan obat flu burung. Obat tersebut dinamakan dengan 'Tamiflu'.Perusahaan keamanan Sophos melaporkan jumlah e-mail yang berisi tawaran pembelian obat Tamiflu secara online makin meningkat. Obat tersebut diproduksi oleh Roche. Para spammer mengklaim Tamiflu adalah satu-satunya obat yang bisa mengobati flu mematikan itu.Tetapi menurut Roche, yang telah menyelidiki banyak kasus bermotif seperti ini, obat yang ditawarkan itu tidak mungkin ada. "Spammer tidak tertarik pada kesehatan orang, mereka hanya ingin meraup keuntungan yang banyak," tandas Graham Cluley, Senior Konsultan Teknologi Sophos seperti dilansir vnunet yang dikutip detikinet Jumat (28/10/2005).Cluley menambahkan obat seperti Tamiflu seharusnya didapatkan dari resep dokter, bukan dari internet. Menurut Cluley, membeli obat secara online dari situs yang diiklankan melalui e-mail spam, layaknya bermain game Russian Roulette. British Medical Association menghimbau agar orang-orang tidak membeli obat jenis apapun lewat internet.
(ien/)