Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
55 Persen PC Terinfeksi Adware

55 Persen PC Terinfeksi Adware


- detikInet

Jakarta - Menurut perusahaan anti-spyware, Webroot, hampir 55 persen pengguna PC Windows telah terinfeksi adware. Adware adalah salah satu jenis spyware yang mengganggu komputer lewat iklan pop-up, membajak homepage pengguna serta menginstal bookmark.Mau tahu negara yang komputernya paling banyak disusupi program 'mata-mata' alias spyware ini? Negaranya Ratu Elizabeth-lah yang kebanyakan komputernya diinfeksi spyware yang bisa melacak aktivitas online orang lain.Menurut penelitian, Inggris termasuk salah satu negara yang masuk sebagai peringkat tertinggi terkait masalah spyware yang menginfeksi komputer. Sedianya, spyware bisa memantau apa yang dilakukan oleh seseorang di komputer mereka.Sementara itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh perusahaan keamanan Webroot, menyusul setelah Inggris adalah Thailand dan Amerika Serikat yang komputernya banyak terinfeksi program spyware.Penelitian ini dikemukakan bertepatan dengan rapat yang dilakukan oleh para pakar komputer di London. Rapat tersebut membahas apa saja yang perlu dilakukan untuk memberantas program spyware. Untuk diketahui saja, spyware bersembunyi pada hard drive dan bisa mengumpulkan informasi mengenai pengguna.Spyware terjahat yang pernah ada biasanya bersembunyi di PC dalam bentuk file hidden alias tidak tampak. Nantinya spyware bisa mencuri informasi rahasia seperti password atau detil login."Saat ini konsumen sangat mengkhawatirkan spam tetapi ternyata spyware lebih berbahaya," tandas Dr Nick Palmer MP, yang mensponsori rapat di Westminster seperti dilansir BBC News yang dikutip detikinet Jumat (21/10/2005).Penanganan gangguan komputer yang telah dilakukan sebelumnya, mulai dari virus hingga spam, dinilai terlalu lambat. Sehingga menyebabkan masalah yang berkepanjangan bagi kebanyakan pengguna komputer.Sebagai informasi, spyware dan adware sering berkeliaran di program file-sharing atau file media yang di-download dari situs. Tidak hanya itu, beberapa situs bahkan memanfaatkan bugs pada browser Internet Explorer Microsoft untuk menginstal spyware di komputer pengunjung. (ien/)





Hide Ads
LIVE