Senin, 01 Jul 2019 16:09 WIB

Game Bergenre Horor Ini Benar-benar Seram, Ada Malwarenya!

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: dok. detikINET Foto: dok. detikINET
Jakarta - Game bergenre horor terbilang populer karena menjual ketakutan pada penggemarnya. Tetapi keseraman game ini tak cuma ada di dalam gamenya, karena mengandung malware.

Malware ini pertama ditemukan oleh peneliti keamanan di Wandera, yang tersimpan dalam sebuah game berjudul Scary Granny yang bisa diunduh lewat Google Play Store, demikian dikutip detikINET dari Forbes, Senin (1/7/2019). Parahnya lagi, nama game itu pun mirip-mirip dengan game populer lain, yakni Granny.

Nah, biasanya malware di Android menyusup lewat aplikasi yang diunduh dari luar Play Store. Tetapi malware ini sukses mengakali sistem keamanan Google dan sukses menyusup lewat Play Store.




Modusnya seperti kebanyakan malware lain, yaitu tak langsung beraksi setelah gamenya diunduh dari Play Store. Scary Granny menunggu beberapa hari sebelum beraksi, yang membuat aplikasi tersebut bisa menggaet banyak pengunduh.

Pasalnya, Scary Granny terlihat seperti game horor pada umumnya, yaitu sebuah game zombie survival. Biasanya, game yang disusupi malware akan terlihat dibuat secara asal-asalan, atau bahkan tak bisa dimainkan sama sekali.

Saat sudah beraksi, Scary Granny akan menampilkan iklan pop up yang juga menyaru seperti sejumlah aplikasi populer semacam Facebook dan Instagram. Lalu ada juga opsi yang menipu pengguna untuk membayar lebih dari USD 20 agar bisa mendapatkan game versi penuhnya.

Namun aksi yang terparah saat game ini sudah melancarkan serangan phishing. Caranya adalah dengan menampilkan jendela pop up untuk menipu pengguna agar memasukkan data-data penting untuk menjebol akun Google.

Jika serangan ini sukses, malware akan menyedot berbagai data sensitif, seperti alamat email recovery, nomor telepon, tanggal lahir, kode otentifikasi, dan token keamanan.

Wandera memperkirakan ada lebih dari 50 ribu pengguna Android yang sudah menginstal Scary Granny sebelum Google menghapusnya dari Play Store. Tetapi belum terungkap berapa banyak korbannya yang tertipu dan menyerahkan bermacam info penting akun Googlenya.




Simak Video "Menengok Wawan, Penderita Gangguan Jiwa Akibat Kecanduan Game "
[Gambas:Video 20detik]
(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com