VoIP Target Hacker Berikutnya?
- detikInet
Jakarta -
Para hacker usil tampaknya mulai merambah teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP) untuk menyalurkan keisengannya. VoIP merupakan teknologi yang menarik perhatian para pengguna internet, pasalnya teknologi ini mampu menekan biaya telekomunikasi. Akan tetapi teknologi ini ternyata memiliki kelemahan tersendiri. Laporan dua tahunan dari Symantec mengidentifikasi VoIP sebagai teknologi yang mengundang minat para hacker usil. Laporan tersebut memperkirakan, dalam 18 bulan ke depan, VoIP akan mulai digunakan sebagai 'tunggangan' untuk memperlancar serangan.Selain melancarkan serangan jenis baru, VoIP juga disinyalir bisa membangkitkan teknik penyerangan lama, sebut laporan tersebut.Laporan Symantec, seperti dilansir BBCNews.com dan dikutip detikinet, Selasa (20/9/2005) menyebutkan bahwa penggunaan VoIP dapat memicu adanya audio spam, yaitu menjejali voicemail box dengan pesan sampah. Ancaman lain dapat berupa voice phishing, yaitu tipu daya untuk membujuk orang agar mau memberi informasi pribadinya. Ada juga ancaman keamanan berupa pemalsuan caller-ID, yaitu menyamar sebagai penelpon sah seperti misalnya dari bank. Selain itu bisa berupa ancaman pembajakan telepon, yaitu mengalihkan panggilan ke orang lain atau ke pelaku kejahatan. Jenis serangan lama yang mungkin mengancam VoIP adalah perang panggilan (war-dialling). Dalam versi aslinya, perang panggilan berlangsung ketika penelepon menghubungi banyak nomor secara acak, untuk menemukan nada sambung yang khusus. Nada sambung khusus itu biasanya mengindikasikan bahwa saluran tersebut sedang mengantarkan data, bukan suara.Saat ini laporan mengenai insiden tersebut memang baru sedikit. Meski begitu, Ollie Whitehouse, manajer teknik pada laboratorium penelitian Symantec mengingatkan untuk selalu mewaspadai serangan tersebut.
(ketepi/)