Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Worm Menyebar Tawarkan GTA Bajakan

Worm Menyebar Tawarkan GTA Bajakan


- detikInet

Jakarta - Sebuah worm menyebar dan membidik para pemain game. Worm ini memanfaatkan popularitas game "Grand Theft Auto: San Andreas", dan berbagai judul game lainnya yang terkenal di jaringan peer-to-peer. Hangbard A, demikian nama worm tersebut, menyusup ke jaringan peer-to-peer dengan identitas samaran. Worm ini biasanya menyamar sebagai file bajakan game-game terkenal seperti "Grand Theft Auto: San Andreas", "Need for Speed Underground 2", dan 400 software lainnya. Perusahaan anti-virus Sophos, mengungkapkan hal itu, seperti dikutip detikinet Sabtu (30/7/2005), dari CnetNews.com.Software download-an tersebut mampu mengkopi diri sendiri ke folder file-sharing pada komputer terinfeksi. Setelah itu, worm ini akan mencari cara untuk menyebar menggunakan Windows Messenger. Sebuah pesan singkat berisi link ke worm, lalu dikirim ke pengguna lainnya. Disertai pesan yang berbunyi: "please download this...its only small brb"."Worm ini bisa menyebar dalam bentuk pesan singkat, pasti ada pengguna yang mengira bahwa pesan itu dikirim oleh teman lamanya, dan tidak curiga kalau itu virus," kata Graham Cluley, konsultan teknologi senior dari Sophos. Tidak hanya itu, Hagbard juga menginstal program web server pada komputer terinfeksi. Hal itu memungkinkan penyerang untuk mendapatkan data dari jarak jauh. "Worm ini memiliki perilaku yang unik," kata Art Gilliland, director of product management di IMLogic, perusahaan penyedia solusi keamanan untuk instant-messaging. "Worm ini men-download web server untuk menyediakan akses jarak jauh bagi seseorang. Ini lebih mengganggu dibanding spyware atau adware, karena di-download ke komputer dari worm IM lain," paparnya.Hagbard tidak menyebar luas, seperti halnya virus lain. "Kami tidak menerima banyak laporan dari korban. Tapi hal itu tidaklah mengejutkan, karena kemungkinan korbannya kebanyakan dari pengguna rumahan. Pengguna di perusahaan bisa terselamatkan karena kebanyakan perusahaan telah menerapkan teknologi penyaring file," kata Gilliland. (ketepi/)







Hide Ads