Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ada di 10 Besar
Virus Lokal 'Pesin' Masih Mengancam
Ada di 10 Besar

Virus Lokal 'Pesin' Masih Mengancam


- detikInet

Jakarta - Virus Pesin atau Myheart yang sudah lama beredar, ternyata masih menunjukkan taringnya. Data insiden virus selama periode Maret-April 2005 menunjukkan, virus ini ada di posisi kedelapan, dalam catatan virus yang paling banyak menginfeksi.Vaksincom, perusahaan anti-virus yang berkantor di Jakarta, membeberkan hasil temuannya kepada detikinet, Rabu (13/4/2005). Dalam paparannya tersebut, disampaikan bahwa virus Pesin telah menelorkan varian terbarunya. Varian Pesin/Myheart mampu menampilkan wallpaper berisi teks lagu "Kangen" dari grup musik Dewa 19, pada komputer yang disusupinya. Virus ini berusaha menyebarkan dirinya dengan mengkopikan diri ke USB Drive, dan sekaligus memblok akses ke "Task Manager" untuk menghindarkan prosesnya dihentikan secara manual.Dalam situsnya, Vaksincom menjelaskan bahwa virus ini diketahui merambah di warung internet (warnet) sejak bulan September 2003. Insiden paling banyak terjadi pada warnet-warnet di pulau Jawa dan Sumatera. Setelah dua tahun berselang, virus ini ternyata belum punah. Proses infeksi masih dilakukan pada komputer-komputer di Indonesia, dan selama Maret-April 2005, ada 238 insiden yang terjadi, atau setara dengan 0,56 % dari total insiden yang terjadi dalam periode tersebut.Virus Ungguli Insiden MalwareSelama Maret-April 2005, penyebaran malware di Indonesia didominasi virus yang penyebarannya mencapai 52 % dari total insiden yang terjadi. Sementara spyware menguasai 48 %. Jika dilihat dari 10 besar virus dan spyware yang menyebar dalam periode tersebut, penyebaran spyware menunjukkan kondisi yang merata. Sementara penyebaran virus tidak terlalu proporsional, mengingat dua virus mendominasi insiden yang terjadi."Penyebaran Spyware mengingatkan pada penyebaran pendapatan yang (relatif) merata di negara maju, sedangkan penyebaran Virus mengingatkan pada penyebaran pendapatan yang jomplang dan kerap ditemui di negara berkembang," kata Alfons Tanujaya, dari Vaksincom, menyampaikan analoginya.Seperti disampaikan Vaksincom, insiden virus yang terjadi selama periode Maret-April 2005 didominasi oleh Netsky dan Gaobot. Insiden kedua virus ini sangat signifikan dimana persentase insiden Netsky mencapai 43,43 % dan Gaobot mencapai 28 %. Di posisi ketiga, virus yang paling banyak menginfeksi adalah Redlof (9,78 %). Disusul Macro Marker (6,2 %). Peringkat 5 sampai 10 ditempati oleh virus lama seperti Funlove (3,12 %), Pinfi (1,93 %), Bagle (1,93 %), virus lokal Pesin (0,56 %), Wyx (0,52 %)dan Mitglieder (0,35 %) di posisi 10.Sementara itu, penyebaran spyware dikuasai oleh sepuluh besar spyware, yaitu Newdotnet yang menguasai 30,94 persen insiden spyware selama periode Maret-April 2005. Di posisi kedua ada Hotbar yang menguasai 13 % insiden, disusul Gator (4,55 %), Startpage (4,50 %), Agent (4,15 %). Setelah lima besar, ada Wintool (3,86 %), Krepper (3,58 %), Dyfuca (3,27 %), Dumador (3,26 %), dan Istbar (3,12 %). (rouzni/)







Hide Ads