Lima Software Anti-Virus Ketahuan Cacat
- detikInet
Jakarta -
Hanya dalam waktu dua bulan, para peneliti keamanan telah menemukan lima cacat serius pada software anti-virus. Wah bisa berabe...!Seperti dikutip dari Cnet News.com, Jumat (18/3/2005), cacat terbaru ditemukan pada Antivirus Library milik McAfee. Ini adalah sekumpulan kode program yang dibagipakaikan antar software pemindai virus milik berbagai perusahaan. Kerusakan ditemuka pada GroupShield yang ditujukan untuk server e-mail dan VirusScan untuk PC. Dengan cacat pada bagian ini, seorang hacker jahat dapat memanfaatkannya untuk menjalankan file, bukan memindainya untuk menemukan virus dan berbagai bentuk malware yang mungkin menyertainya.Meski masalah baru ditemukan sekarang, McAfee mengaku telah mengeluarkan software update untuk pelanggannya. Update sudah dikirim ke pelanggan korporat pada bulan November dan pelanggan personal di bulan Desember. Software update ini berisi tambahan aplikasi keamanan yang dapat mengatasi masalah ini."Begitu update dirilis, semua pelanggan mendapatkannya," kata Mark Solomon, senior product manager McAfee. "Bagi yang belum menjadi pelanggan, ini merupakan peringatan untuk memperbaharui produk."Cacat ini adalah yang keempat yang ditemukan Internet Security Systems. Perusahaan ini menjual software dan hardware untuk melindungi jaringan dan PC-PC korporat. Sebelumnya, perusahaan juga menemukan cacat pada antivirus library yang dikembangkan oleh perusahaan sekuriti Symantec, F-Secure dan Trend Micro. Cacat lainnya juga ditemukan di software anti-virus milik Computer Associates, yang ditemukan oleh perusahaan keamanan eEye Digital Security.Internet Security Systems tidak akan membeberkan bagaimana mereka menemukan cacat tersebut. Akan tetapi, juru bicara perusahaan menekankan bahwa mereka tidak bermaksud menjelek-jelekkan produk.Dijelaskan McAfee, para pengguna software anti-virusnya hanya menemui masalah jika mereka tidak menginstal software update yang telah ditawarkannya. Masalah juga muncul jika pengguna tidak men-download file virus definitions terbaru, atau DAT, dari perusahaan.Juga Terjadi pada Software Anti-SpywareAplikasi penjaring spyware juga ketahuan bermasalah. Baru-baru ini, software SpywareAssassin dari MaxTheater Inc., perusahaan asal Amerika Serikat, diketahui gagal menjaring spam. Tak tanggung-tanggung, masalah ini diketahui oleh Komisi perdagangan Amerika Serikat (Federal Trade Commission - FTC), yang kemudian menyerukan agar peredaran software tersebut dihentikan.Dari hasil penyidikan FTC mengetahui kalau software tersebut tidak bekerja sebagai mana mestinya. Meski konsumen sudah menginstalnya di komputer, berbagai jenis spyware tetap bermunculan mulai dari iklan pop-up, sampai program-program pengganggu privasi.Spyware merupakan jenis software yang mampu mengintai komputer yang disusupinya. Kalau sudah begini, berbagai jenis informasi pribadi bisa terekam dan disebarluaskan di internet, tanpa sepengetahuan pemiliknya. Aktivitas ini biasanya dilakukan untuk keperluan pemasaran, sampai aksi kriminal.
(ien/)