Cookie Ternyata Lebih Banyak Dibenci
- detikInet
Jakarta -
Keberadaan cookie ternyata lebih banyak menimbulkan rasa risih. Kebanyakan orang merasa perlu memblok bahkan menghapusnya karena merasa privasinya terganggu.Studi yang dilakukan Jupiter Research menunjukkan hal itu. Seperti dikutip dari Cnet News.com, Rabu (16/3/2005), hampir 58 persen pengguna internet memilih untuk menghapus cookie. Hasil studi bahkan menunjukkan, 39 persen pengguna internet ada yang menghapus cookie secara rutin tiap bulannya.Cookie merupakan file kecil yang ditempatkan sebuah situs web di komputer, untuk merekam kebiasaan pengunjung situs tersebut. Hal ini akan memudahkan situs untuk mengingat segala hal yang berkaitan dengan pengunjung.Hasil riset dari Jupiter Research ini, menandai makin tingginya kesadaran para pengguna internet soal privasi dan berbagai masalah keamanan. Saat ini makin banyak orang yang merasa perlu melengkapi sistemnya dengan perangkat pengaman seperti anti-spyware dan aplikasi firewall."Kebanyakan dari aplikasi-aplikasi ini, secara otomatis mampu menghalau cookie yang dikirim pihak ketiga, dan banyak diantaranya yang menghapus cookie dari komputer pengguna secara berkala," sebut laporan hasil studi itu.Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, 38 persen pengguna internet menyadari kalau kehadiran cookie menganggu keamanan data dan privasi mereka. Banyak pihak telah menyadari dampak dari cookie, dan perusahaan keamanan jaringan Netcraft membeberkan kemungkinan ancaman yang timbul akibat pencurian cookie. Menurut Netcraft, aksi penipuan bisa dilancarkan dari hasil pencurian cookie, yang menggunakannya sebagai modal untuk melangsungkan cross-site scripting. Dengan modus ini, seorang hacker jahat bisa saja menyusupkan program buatannya ke sebuah situs resmi, misalnya situs bank, untuk mencuri data rahasia milik nasabah, seperti nomor PIN kartu kredit.Bagi penyelenggara bisnis di dunia maya, tren ini dapat menjadi pertimbangan bahwa cookie bukanlah motode yang tepat untuk merekam pengunjung setia situs mereka. Jika pengguna memblok cookie, data akurat akan sulit didapat dan sejumlah besar data akan dikategorikan sebagai anonim, demikian disebutkan pada hasil studi."Ketergantungan sejumlah situs dan aplikasi pada cookie, adalah untuk keperluan akurasi dan fungsionalitas. Kekurangan data dalam hal ini, akan berpengaruh penting bagi banyak perusahaan," kata analis Eric Peterson. "Karena untuk keperluan personalisasi, merekam dan mencari solusi yang sesuai, dibutuhkan cookie untuk mengidentifikasi para pengunjung situs web melalui banyak sesi. Akurasi dari solusi-solusi ini merupakan modal yang kuat untuk membuat dugaan," paparnya.
(ien/)