BERITA TERBARU
Jumat, 02 Feb 2018 08:10 WIB

Malware Android Manfaatkan Situs Porno Jebak Korban

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Laporan terbaru dari Kaspersky Lab menunjukkan bahwa satu dari empat gadget Android terinfeksi malware yang berasal dari situs porno.

Riset Kaspersky Lab memprediksi paling tidak 1,2 juta orang pengguna perangkat berbasis Android terkena dampak malware yang muncul dari situs porno palsu. Angka tersebut kurang lebih sekitar 25% dari total 4,9 juta pengguna android yang diserang malware pada tahun lalu, seperti detikINET lansir dari CNBT pada Jumat (2/2/2018).

Tim peneliti dari Kaspersky Lab juga menemukan bahwa terdapat 23 tipe berbeda dari malware yang memang didesain untuk perangkat Android. Dari 23 tipe tersebut, termasuk diantaranya adalah ransomware dan trojan yang membuat korban berlangganan layanan palsu, dan kemudian malware tersebut akan mengarah ke rekening korban.

Sedangkan jika melihat dari perangkat desktop, tim peneliti tersebut menemukan lebih dari 300 ribu malware yang berasal dari konten porno.

Malware Android Manfaatkan Situs Porno Jebak KorbanFoto: internet


Sejatinya, penggunaan konten porno untuk menarik korban agar mengklik tautan berisi malware adalah trik yang umum.

Sebagai contoh, terdapat sebuah kelompok hacker yang memanfaatkan aplikasi porno gadungan untuk meraup uang senilai USD 892 ribu (Rp 11,9 miliar) dari lebih satu juta ponsel Android pada 2017.

Tidak hanya itu, masih di tahun yang sama, mereka juga memiliki jaringan berisi 90 ribu bot yang menimbulkan spam di Twitter dengan memunculkan konten porno yang mengarahkan user kepada situs penipuan.

Kebanyakan masalah timbul dari Trojan dan iklan yang memunculkan sebuah laman setelah diklik. Hal tersebut dapat menghasilkan uang bagi para pelaku penyerangan serta menguras daya baterai dan data selular dari perangkat korban.

"Hal yang paling mengerikan dari ransomware di perangkat mobile adalah Trojan ini dapat mengubah, atau memasang kode PIN gadget tersebut secara acak, sehingga ketika user menghapus Trojan tersebut, perangkat miliknya masih akan terkunci," ujar Tim Kaspersky dalam sebuah blog.

Aplikasi yang mengandung konten dewasa sebenarnya tidak diperbolehkan berada di Play Store. Sebelumnya pun, Google mengaku sudah menghapus 700 ribu aplikasi yang melanggar aturan mereka pada 2017.

Kaspersky sendiri mengatakan bahwa kebanyakan aplikasi pembawa malware muncul dari pihak ketiga diluar distributor resmi seperti Play Store. Mereka pun menyarankan user untuk selalu menggunakan sumber resmi dari Google tersebut. (afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed