Jumat, 05 Jan 2018 19:26 WIB

Badan Siber Bantah Intip Privasi Warga Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Juru bicara BSSN Anton Setiawan (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET) Juru bicara BSSN Anton Setiawan (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta - Ada kekhawatiran muncul seiring kelahiran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yakni area privasi masyarakat dapat diintip secara gamblang oleh pemerintah. Isu itu pun dijawab oleh pihak BSSN.

"Enggak (mengintip). Sebetulnya gini, konsep keamanan siber adalah kita menjaga supaya tidak ada ancaman yang menjadi kenyataan di siber. Kan banyak itu ancaman dan hackers segala macam," bantah juru bicara BSSN Anton Setiawan di kantornya, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Jumat (5/1/2018).

BSSN justru menurut Anton memastikan bahwa masyarakat biasa sampai sektor swasta bisa melakukan transaksi elektronik dengan aman.

"Itu sebetulnya fokus kerja kita. Menstandarkan bagaimana pengamanan IT, bagaimana menamankan komputer, bagaimana password itu dikelola, seperti itu sebetulnya," ucap Anton.

Anton yang menjabat secara struktural sebagai Kepala Balai Sertifikasi Elektronik BSSN ini kembali menegaskan, kalau pihaknya tidak ada upaya untuk memata-matai masyarakat.

"Kita memata-matai segala macam? Tidak, kita tidak ada dalam konteks itu. Logikanya, seberapa miliar percakapan dilakukan di WA yang di Indonesia? Masa mau melototi WA, kayak lagi pesen apa atau istri lagi di rumah sakit, ngapain," tutupnya. (rns/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed