Para ilmuwan kini mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang medan magnet Bulan setelah menganalisis kembali batuan Bulan yang dibawa oleh astronaut misi Apollo puluhan tahun lalu.
Temuan terbaru menunjukkan bahwa medan magnet Bulan di masa lalu mungkin lebih lemah dan berfluktuasi cepat. Studi ini mengubah pandangan sebelumnya tentang sejarah magnetik Bulan.
Adapun batuan yang dianalisis berasal dari lokasi berbeda di permukaan Bulan dan dikumpulkan selama misi Apollo 15, 16, dan 17. Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature ini menggunakan teknik pengukuran modern untuk menguji ulang remanensi magnetik, yaitu kemampuan batuan merekam medan magnet saat terbentuk. Analisis ulang ini menghasilkan wawasan rinci tentang bagaimana medan magnet Bulan berubah seiring waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut salah satu peneliti utama, Dr. Benjamin P. Weiss, profesor ilmu bumi dan planet di Massachusetts Institute of Technology (MIT), temuan ini mengubah cara ilmuwan melihat sejarah magnetik Bulan.
"Temuan kami menunjukkan bahwa medan magnet Bulan kuno mungkin lebih lemah dan berubah-ubah secara signifikan dari yang kita perkirakan sebelumnya," ujarnya seperti dikutip dari Live Science.
Model studi sebelumnya mengasumsikan bahwa Bulan memiliki medan magnet yang stabil dan kuat di masa lalu, mirip dengan medan magnet Bumi. Namun data baru dari batuan Apollo mengindikasikan adanya fluktuasi magnetik cepat, yang mungkin menunjukkan bahwa sumber medan magnet Bulan bersifat dinamis namun episodik, bukan terus-menerus.
Metode Analisis Modern
Peneliti menggunakan teknik canggih untuk mengukur remanensi magnetik yang tersimpan dalam mineral di batuan tersebut. Dengan teknologi baru, ilmuwan bisa memetakan bagaimana medan magnet di permukaan Bulan telah berubah seiring waktu, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan dengan peralatan saat misi Apollo berlangsung.
Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa batu mencatat medan magnet yang sangat kuat pada saat tertentu, sementara batu lain dari periode waktu yang sama menunjukkan medan yang jauh lebih lemah. Variasi ini menunjukkan pola perubahan yang tidak seragam selama sejarah Bulan.
Penelitian ini memiliki implikasi bagi pemahaman tentang bagaimana Bulan berevolusi secara internal serta bagaimana inti Bulan dan dinamika termal mungkin telah berubah selama miliaran tahun. Fluktuasi medan magnet juga memberi petunjuk tentang aktivitas geologis awal Bulan, termasuk kemungkinan adanya konveksi cair dalam inti yang lebih kompleks daripada yang diperkirakan.
(rns/rns)