Data pengguna gadget di era seperti saat ini telah menjelma menjadi barang berharga. Dengan berbagai macam informasi yang tersimpan di dalamnya, data bisa saja menjadi senjata makan tuan apabila tidak dijaga dengan benar.
Jual beli data belakangan menjadi bisnis panas yang terjadi di China arau tepatnya di provinsi Zhejiang. Seperti dikutip detikINET dari Phone Arena, Jumat (9/6/2017), pihak otoritas setempat berhasil meringkus 22 tersangka di bulan Mei 2017 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam melancarkan bisnisnya, sindikat ini menjual data mulai dari harga USD 1,50 atau senilai Rp 20.000 sampai USD 26 atau senilai Rp 394 ribu per data. Menurut keterangan pemerintah China, buntut berjualan data ini, mereka mampu meraup keuntungan hingga USD 7,3 juta.
Belum diketahui secara pasti berapa pengguna yang terkena dampak dari pencurian data ini. Begitupula dengan informasi apakah ada pengguna iPhone di luar China yang menjadi korban dari sindikat ini.
(mag/yud)