Temuan ini dibeberkan oleh dua orang mahasiswa dari Michigan University, Amerika Serikat. Menariknya, kedua mahasiswa itu tak membutuhkan perangkat canggih untuk bisa membobol akses sidik jari di ponsel. Modalnya hanya printer rumahan dan tinta berbahan konduktif.
Sebagai bahan percobaan, digunakan salah satu ponsel buatan Samsung yang sudah mengusung sensor sidik jari. Kemudian salah satu mahasiswa mencetak hasil scan sidik jarinya sendiri menggunakan printer rumahan yang dibekali tinta bersifat konduktif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas apakah temuan ini bakal menimbulkan kekhawatiran? Pastinya, tapi meski cara sederhana ini berhasil mengakali sensor sidik jari di ponsel, sebenarnya proses paling pentingnya justru ada di sebelum pencetakan sidik jari oleh printer.
Proses yang dimaksud adalah ketika pemindaian sidik jari sebelum akhirnya dicetak. Sebagai informasi, sensor sidik jari di ponsel memiliki kemampuan pembacaan dengan resolusi sangat tinggi. Tujuannya agar guratan sidik jari bisa terbaca hingga detailnya.
Nah, artinya untuk bisa membobol sensor sidik jari di ponsel dibutuhkan scanner yang mampu memindai dengan resolusi sangat tinggi. Selain itu kebutuhan lainnya adalah tinta konduktif tadi yang tentunya punya kemampuan menghantarkan.
Secara keseluruhan cara membobol akses sidik jari ini sebenarnya tidak mudah-mudah amat. Namun temuan ini seharusnya tetap jadi pertimbangan produsen ponsel untuk mengembangkan keamanan akses sidik jari yang lebih baik lagi.
Karena meski cara yang sekarang terbilang merepotkan, potensi ancamannya sudah terlihat jelas. Cuma masalah waktu sebelum cara ini menjadi mudah dilakukan.
(yud/ash)