Serangan DDoS yang dilancarkan grup hacker Anonymous terhadap situs-situs milik ISIS mengalami hambatan. Situs-situs ISIS tersebut dituding dilindungi oleh layanan milik CloudFlare, yang berasal dari Silicon Valley, Amerika Serikat.
Isu ini pun membuat CloudFlare diserbu protes di Twitter, seperti dari akun @offical_Xsec dan @GroupAnon. "Sekali lagi, @CloudFlare terlihat memberikan layanan kepada situs pro-#IslamicState. Memalukan. #OpISIS #Daesh #Anonymous," tulis @GroupAnon di Twitter.
CloudFlare adalah penyedia layanan yang membantu situs-situs untuk tetap bisa online meski mengalami lonjakan traffic pengunjung. Ia bertindak sebagai jembatan atau bisa juga disebut filter, dan menjadi penangkal serangan distributed denial of service (DDoS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurutku analisis tersebut sangat dangkal dan dilakukan oleh anak kecil -- sulit untuk ditanggapi secara serius. Anonymous menggunakan (layanan) kami untuk sejumlah situsnya," ujar Prince, dikutip dari Business Insider, Kamis (19/11/2015).
"Jika pun ternyata kami menyediakan situs untuk ISIS, ini tak akan berguna bagi kami. Yang aku bayangkan adalah, orang-orang semacam itu (ISIS) akan membayar menggunakan kartu kredit curian dan itu akan menjadi negatif bagi kami," lanjut Prince.
Prince juga menyebut bahwa CloudFlare bisa saja menyetop perlindungan terhadap situs ISIS jika memang itu yang diinginkan oleh pemerintah Amerika Serikat. "Namun seringkali para investigator menginginkan situsnya tetap online, ketimbang mematikan situs tersebut," pungkas Prince.
(asj/ash)