Ternyata titik lemah iPhone ada di komputer tempat ponsel itu disinkronisasi. Dan di situlah agen GCHQ memfokuskan serangannya. Mereka memanfaatkan celah di unique device identifier (UDID) milik Apple, yaitu sebuah kode unik yang dimiliki tiap iPhone.
Teknik ini dibocorkan oleh Edward Snowden, seorang ahli komputer yang terus-menerus membocorkan data-data rahasia milik National Security Agency, sejak Juni 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendapat kode tersebut, agen GCHQ bisa memantau segala hal yang disinkronisasikan melalui iPhone. GCHQ juga bisa memantau setiap halaman situs yang dibuka melalui iPhone tersebut.
Untungnya, saat ini Apple tak lagi menggunakan UDID karena masalah privasi. Yaitu mereka menemukan sebuah aplikasi jejaring sosial ketahuan memanfaatkan UDID untuk mengkloning isi phone book iPhone tanpa persetujuan pemiliknya.
(ash/ash)