"BYOD is unstoppable. Tak bisa dibendung karena trennya begitu sekarang, karyawan bawa gadgetnya masing-masing. Tapi yang paling utama ialah, bagaimana data perusahaan tetap aman. Ini yang jadi kekhawatiran. Tim IT harus tetap punya wewenang kontrol penuh dalam hal ini," kata Mason Uyeda, Senior Director End User Computing, Solution Marketing & Management VMware.
Ditemui detikINET dan satu media lain dari negara tetangga di sela acara VMWorld 2013 di Moscone, San Francisco, AS, salah satu bos VMware yang mengaku fanboy Apple ini juga tak menjamin jika dengan BYOD data perusahaan bisa aman 100% tidak hilang atau tercuri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, usaha untuk memperketat keamanan adalah sebuah keharusan. Bagaimana pun, data perusahaan adalah aset utama yang sangat penting. Nah, peluang ini yang coba diambil oleh VMware melalui VMware Horizon View dan VMware vCloud Hybrid Service.
Solusi ini juga menawarkan kemampuan virtual desktop infrastructure yang bisa diimplementasikan di gadget karyawan. Misalnya saja, seperti didemokan oleh Mason, iPad mini yang dibawanya bisa menggunakan Microsoft Windows beserta aplikasinya.
Mason juga bilang, inisiatif BYOD yang coba dimaksimalkan VMware lewat Horizon Workspace ini juga mendapat dukungan penuh dari mitra vendor ponsel, seperti LG dengan ponsel G2 LG Intuition-nya, HTC dengan HTC One, Motorola dengan keluarga Droid seperti Droid Mini, Droid Ultra, Droid Maxx, Droid Razr HD dan Razr M, dan Sony.
Tentu saja ada alasan kenapa VMware banyak bermitra dengan para vendor itu. Alasannya tak lain karena mereka mengusung sistem operasi Android. Menurut studi dari ABI Research, pada akhir 2013 diperkirakan akan ada 1,4 miliar smartphone di dunia dengan 57% atau 798 juta unit menggunakan Android.
(rou/rns)