Kerentanan ini pertama kali dilaporkan ke Oracle oleh firma keamanan cyber FireEye. Oracle pun mengakui adanya celah ini dan segera mengumumkannya ke publik agar waspada.
Tak lama setelah menerima laporan, Oracle juga langsung meresponsnya dengan menyiapkan update software. Pengguna Windows dan Linux juga bisa mendapatkan update ini dari Oracle, sementara pengguna perangkat OS X bisa langsung mendownloadnya melalui Software Update Apple.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Administrator, menurut Oracle seperti dikutip detikINET dari V3, Rabu (6/3/2013), tidak perlu mengupdate server Java mereka untuk melindungi diri dari serangan.
Seperti diketahui, baru-baru ini pelaku kejahatan cyber memanfaatkan celah Java untuk menginstal malware pada komputer pengguna. Tak main-main, komputer yang terkena adalah milik para pegawai perusahaan besar AS seperti Apple, Facebook dan Twitter.
Apple sendiri langsung merilis 'penambal' celah Java untuk pengguna OS X. Produsen iPhone ini juga akan merilis peranti khusus yang akan 'menyapu' malware Java apapun di komputer Mac dan otomatis membuang software mencurigakan.
Selain Apple, Facebook dan Twitter, sejumlah kantor media besar seperti The New York Times, The Wall Street Journal, The Washington Post dan Departemen Energi AS juga terkena serangan serupa.
(rou/rns)