Stars sendiri adalah virus kedua yang menyerang negara Iran, setelah Stuxnet yang menghantam negara itu pada bulan September. Stuxnet konon dirancang khusus untuk mengobrak abrik fasilitas nuklir di negara tersebut.
Otoritas Iran mengkonfirmasi bahwa berbagai serangan cyber telah menyerang sistem komputer di beberapa industri. Namun belum sampai ada kerusakan serius terdeteksi karena teknisi Iran berhasil menangkalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara ini harus mempersiapkan diri untuk menggasak jenis worm baru di masa depan karena mungkin akan lebih berbahaya daripada sebelumnya," tukas dia, dilansir Tehran Times dan dikutip detikINET, Selasa (26/4/2011).
Jalali sendiri menganggap berbagai serangan tersebut antara lain didalangi dan didanai oleh musuh seperti Amerika Serikat dan Israel. Ia pun minta pemerintah Iran beraksi melawan mereka dan membuat peraturan khusus tentangnya.
"Sepertinya, aparat diplomatik kita harus secara legal mengurusi serangan cyber melawan Iran lebih dari sebelumnya karena di beberapa negara seperti Rusia, serangan cyber dianggap resmi sebagai sebuah perang," tuturnya.
(fyk/ash)