Kekalahan seorang karateka saat melawan ayam hanya terjadi berkat teknologi. Tepatnya, berkat teknologi robot yang mampu menghasilkan robot-robot petarung dalam berbagai bentuk.
Nah, dalam ajang Robo-One Championships di Tokyo para robot petarung ini tampil dengan berbagai 'dandanan' unik, mulai dari ksatria abad pertengahan hingga robot kubus (kubik). Sebanyak 112 robot turut serta dalam kompetisi tahunan ini, hanya 45 yang lolos ke babak final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu di kelas ringan, robot dari Korea Selatan Taekwon-V menumbangkan lawannya dengan pukulan cepat. Alhasil, Jeon Young Sun, pembuat robot ini berhasil menggondol hadiah senilai 1 juta Yen atau sekitar USD 10 ribu.
"Ini adalah kesempatan bagus untuk melihat kemajuan teknologi robot Jepang. Banyak orang bilang teknologi Korea Selatan tidak memuaskan. Namun, saya ingin membuktikan bahwa teknologi robot Korea Selatan dapat berkembang baik dengan berpartisipasi dalam kompetisi robot serta bekerjasama dengan tim Jepang sehingga kita dapat mengembangkan teknologi dengan lebih baik," tandas Jeon Young Sun, seperti dikutip detikINET dari MSNBC, Sabtu (29/3/2008).
Jepang memang merupakan lahan subur bagi para pengembang robot amatir. Konon 40 persen robot dunia 'hidup' di Jepang. Di sisi lain, banyak perusahaan elektronik mundur dari pengembangan robot karena tingginya biaya produksi. Contohnya Sony Corp yang menghentikan produksi robot anjing Aibo. (wsh/wsh)