×
Ad

Apa Itu HAARP yang Ramai Dikaitkan dengan Erupsi Gunung?

Tim detikInet - detikInet
Selasa, 08 Sep 2026 06:45 WIB
Apa Itu HAARP yang Ramai Dikaitkan dengan Erupsi Gunung? Foto: Dok. PVMBG
Jakarta -

HAARP kembali ramai dibicarakan warganet di tengah aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia. Teknologi milik fasilitas penelitian di Alaska, Amerika Serikat, itu bahkan dikaitkan dengan narasi bahwa erupsi gunung dapat dipicu menggunakan gelombang elektromagnetik.

Namun, apa sebenarnya HAARP dan benarkah teknologi ini mampu memicu letusan gunung berapi?

Apa Itu HAARP?

HAARP merupakan singkatan dari High-frequency Active Auroral Research Program. Dilansir detikINET dari situs resmi University of Alaska Fairbanks (UAF), HAARP adalah fasilitas penelitian yang digunakan untuk mempelajari ionosfer, lapisan atmosfer atas Bumi yang berperan penting dalam propagasi gelombang radio.

Instrumen utama HAARP bernama Ionospheric Research Instrument (IRI). Perangkat ini terdiri dari susunan 180 antena dipol silang berfrekuensi tinggi atau HF yang tersebar di area sekitar 33 acre atau 13 hektare.

IRI mampu memancarkan daya hingga 3,6 megawatt (MW) ke atmosfer bagian atas dan ionosfer. Frekuensinya dapat dipilih antara 2,7 hingga 10 MHz. Susunan antenanya memungkinkan pancaran diarahkan ke berbagai sudut dan dibentuk menjadi beberapa pola.

Fasilitas tersebut memiliki 30 shelter pemancar. Masing-masing dilengkapi enam pasang pemancar berkekuatan 10 kilowatt.

HAARP Digunakan untuk Apa?

HAARP memungkinkan ilmuwan melakukan eksperimen terkontrol terhadap bagian kecil ionosfer. Gelombang radio HF digunakan untuk memanaskan elektron dan menghasilkan gangguan kecil yang menyerupai proses yang terjadi secara alami.

Dengan cara ini, peneliti dapat menentukan kapan dan di mana gangguan terjadi, mengukur efeknya, kemudian mengulangi eksperimen untuk memverifikasi hasil.

Eksperimen HAARP antara lain dapat menciptakan struktur dan ketidakteraturan plasma, menghasilkan gelombang berfrekuensi rendah hingga menciptakan pancaran cahaya lemah menyerupai aurora yang hanya dapat diamati menggunakan instrumen sensitif.

Penelitian ionosfer penting karena lapisan ini memengaruhi komunikasi radio, GPS dan sistem navigasi serta teknologi lain yang berhubungan dengan cuaca antariksa.

Haarp Foto: HAARP

Sejarah HAARP

Program HAARP dimulai pada 1990 sebagai inisiatif Kongres AS untuk meningkatkan pemahaman mengenai atmosfer atas Bumi dan pengaruhnya terhadap perambatan gelombang radio.

Dari 1990 hingga 2014, program tersebut dikelola bersama oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS. Salah satu fokusnya adalah memahami ionosfer untuk meningkatkan sistem komunikasi dan pengawasan, baik untuk kepentingan sipil maupun pertahanan.

Fasilitasnya terus dikembangkan hingga pembangunan akhirnya rampung pada 2007. Saat itu IRI telah memiliki 180 elemen antena dengan kemampuan daya pancar 3,6 MW.

Pada Agustus 2015, peralatan penelitian HAARP dialihkan kepada University of Alaska Fairbanks. Fasilitas tersebut kemudian digunakan komunitas ilmiah untuk penelitian ionosfer dan fisika antariksa.

HAARP masih digunakan untuk kegiatan ilmiah. Bahkan pada Agustus 2026, UAF menggelar Polar Aeronomy and Radio Science Summer School yang melibatkan eksperimen menggunakan fasilitas HAARP.



Simak Video "Video: Gunung Semeru Erupsi, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 5 Km"


(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork